Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pegadaian
Layanan Pegadaian Palembang di Jalan Jenderal Merdeka (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Intinya sih...

  • Gadai emas naik 5 persen sejak harga tembus Rp15 juta per suku.

  • Animi gadai tumbuh 5 persen dibandingkan Desember 2025, terutama menjelang bulan puasa.

  • Pegadaian juga melayani sistem gadai barang lain, namun nasabah lebih memilih gadai emas karena persyaratan mudah dan bunga yang tidak besar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Palembang Novryandi mengatakan, animo gadai emas mengalami kenaikan signifikan sejak pekan kedua Januari 2026.

Kenaikan gadai tersebut seiring dengan harga emas perhiasan yang kian melejit di angka Rp15 juta per suku atau 6,7 gram dan sejalan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang makin tinggi.

1. Banyak masyarakat pilih gadai emas daripada dijual

Emas perhiasan di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Apabila dibandingkan Desember 2025 lalu, animo gadai di masyarakat tumbuh 5 persen. Namun angka tersebut potensi kembali naik jika harga emas konsisten melonjak hingga Februari nanti.

Apalagi melihat momen bulan depan, ramadan bakal berlangsung pada pertengahan Februari. Biasanya saat bulan puasa, kebutuhan dan konsumsi harian masyarakat kian banyak.

"Paling banyak itu emas (gadai) ya. Karena sekarang harga emas itu terus mengalami kenaikan. Jadi masyarakat banyak yang pilih gadai dibanding jual," jelas Novryandi, Rabu (21/1/2026).

2. Program gadai didominasi emas

Emas perhiasan di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Meski layanan gadai di Pegadaian didominasi emas, tetapi secara program pinjaman gadai, Pegadaian melayani sistem gadai barang lain seperti gadai barang elektronik, gadai  BPKB motor/mobil hingga gadai sertifikat tanah ataupun rumah untuk pinjaman anggunan skala besar.

"Masih emas (mendominasi) karena kebanyakan masyarakat punya (emas)," kata dia.

3. Pilih gadai emas karena khawatir tak mampu beli lagi

Seorang wanita melihat daftar harga emas (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sementara kata Tina salah satu nasabah Pegadaian, dirinya lebih memilih gadai emas karena persyaratan mudah dan jika sudah ada uang bisa langsung tebus barang kembali.

"Bunganya juga tidak besar, sudah sering (gadai) untuk menutupi kebutuhan sementara dan muter uang untuk usaha kecil-kecilan," ujarnya.

Tina mengatakan, memilih gadai karena khawatir tidak bisa membeli emas lagi jika dijual. Apalagi kata dia, harga emas saat ini terlihat tak bisa lagi diredam lonjakannya. Bahkan dalam satu hari, kenaikan emas potensi terjadi dua kali.

4. IHSG dan nilai tukar mata uang memengaruhi kenaikan harga emas

ilustrasi perhiasan emas muda (unsplash.com/Mariano Rivas)

Diketahui, harga emas diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga pertengahan tahun 2026. Beberapa faktor yang menyebabkan harga emas naik, yakni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pergerakan nilai tukar mata uang.

Terpantau saat ini, nilai rupiah bahkan sudah menyentuh Rp17 ribu untuk 1 Dolar AS. Selain karena pergerakan nilai tukar mata uang, faktor lain penyebab harga emas naik akibat konflik geopolitik, perang dagang antar negara adidaya hingga adanya potensi perubahan volatilitas pasar.

Editorial Team