Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi IHSG
ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Kenaikan harga emas terjadi setelah IHSG anjlok 6,8 persen ke level 8.369,48.

  • Investor beralih investasi ke emas sebagai perlindungan kekayaan saat IHSG turun.

  • Kenaikan harga emas berdampak pada nilai rupiah, suku bunga tinggi, inflasi dunia, dan potensi pergerakan harga impor.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Selatan Bambang Pramono menilai, kenaikan harga emas wajar terjadi saat ini. Sebab berdasarkan rilis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menunjukkan tren negatif.

"Emas adalah alat investasi, ketika emas harga naik, pasti orang akan rasional dan akan mengalihkan investasi (investasi emas)," ujar Bambang 28 Januari 2026.

1. IHSG yang melandai dorong investor mengurangi investasi saham

Ilustrasi IHSG yang sedang mengalami kenaikan (pexels.com/Burak The Weekender)

Kenaikan harga emas yang signifikan katanya, tak terlepas dari angka perdagangan Rabu kemarin. Apalagi tercatat, IHSG ambruk dan indeks dibuka turun 6,8 persen ke level 8.369,48.

Sementara terpantau, harga emas kini naik signifikan. Terdata pada 29 Januari 2026, harga emas batangan melonjak dan nyaris menyentuh Rp200 ribu per gram. Sedangkan harga emas perhiasan, khususnya di Palembang naik hingga Rp1 juta per suku atau 6,7 gram untuk kadar 22 karat.

Menurutnya kenaikan harga emas menyebabkan investor mengurangi investasi saham dan mengakibatkan harga saham turun. Hal ini dikarenakan emas masih dipandang sebagai investasi yang lebih aman dibandingkan saham.

2. Peralihan investasi berkaitan dengan suku bunga dan nilai rupiah

ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

Secara umum, apabila IHSG anjlok, investor mulai melakukan perlindungan kekayaan dan memilih alternatif sekuritas. Tujuannya, untuk mengurangi risiko yang ditanggung. Namun dalam pemilihan sekuritas, prefensi risiko perlu menyesuaikan lola kebutuhan kas dan status pajak.

Bambang mengatakan, apabila investor sudah memilih dab beralih investasi ke emas, secara tidak langsung akan berdampak dan keterkaitan dengan nilai rupiah serta berimbas pada suku bunga tinggi.

3. Kenaikan harga emas picu inflasi berkepanjangan

ilustrasi IHSG (pexels.com/Ayudia Fatma)

Ia menyebut, jika kenaikan emas dan saat pembelian maupun penjualan emas tetap berlangsung di Indonesia ini tidak ada masalah. Tetapi katanya, bila transaksi dilakukan global, maka dapat memengaruhi inflasi dunia.

Sementara membahas efek harga emas yang naik terhadap kondisi core inflasi atau inflasi inti, situasi tersebut memicu potensi pergerakan harga impor serta mendorong kemungkinan inflasi dalam tren jangka panjang akibat kenaikan harga yang terus-menerus dan tak berjeda tanpa henti.

Editorial Team