Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspor benih kelapa sawit ke Peru
Ekspor benih kelapa sawit ke Peru (Dok. Karantina Sumsel)

Intinya sih...

  • 95.400 benih kelapa sawit dari Sumatra Selatan diekspor ke Peru setelah lulus pemeriksaan sertifikasi standar Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina Sumsel).

  • Pemeriksaan dilakukan melalui Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang untuk memastikan benih memenuhi persyaratan teknis negara tujuan.

  • Ekspor benih kelapa sawit ke Peru telah dilengkapi dengan izin impor (import permit) dari otoritas Peru dan proses layanan ekspor telah melalui mekanisme Single Submission Quarantine Customs (SSmQC).

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Puluhan ribu benih kelapa sawit asal Sumatra Selatan berhasil menembus pasar internasional ke Peru. Komoditas tersebut telah mendapati pemeriksaan layak kirim berdasarkan sertifikasi standar Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina Sumsel), sebelum diekspor ke negara tujuan.

"Karantina Sumsel sudah melakukan pemeriksaan dan sertifikasi 95.400 butir benih kelapa sawit yang akan diekspor ke Peru," ujar Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari dalam keterangan rilis yang diterima, Minggu (25/1/2026).

1. Pemeriksaan karantina untuk memastikan kelancaran ekspor

Ekspor benih kelapa sawit ke Peru (Dok. Karantina Sumsel)

Pemeriksaan sertifikasi itu dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada 18 Januari 2026. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan benih memenuhi persyaratan teknis negara tujuan, khususnya bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Marasmius sp yang dipersyaratkan oleh otoritas Karantina Peru.

"Pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan merupakan kunci kelancaran ekspor," katanya.

2. Pemeriksaan sehat dan bebas Marasmius sp

Ekspor benih kelapa sawit ke Peru (Dok. Karantina Sumsel)

Endah menegaskan, Karantina Sumsel bakal memastikan setiap komoditas ekspor, termasuk benih kelapa sawit untuk bisa memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan untuk menjaga kepercayaan pasar internasional.

"Kegiatan pemeriksaan dilakukan oleh petugas Karantina Sumsel," jelas dia.

Pemeriksaan itu meliputi verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, serta pengujian kesehatan benih sesuai standar karantina tumbuhan. Hasil pemeriksaan memastikan seluruh benih kelapa sawit yang akan diekspor dinyatakan sehat dan bebas dari Marasmius sp.

3. Benih yang diekspor dipastikan bebas OPTK

Ekspor benih kelapa sawit ke Peru (Dok. Karantina Sumsel)

Diketahui, ekspor benih kelapa sawit ke Peru ini telah dilengkapi dengan izin impor (import permit) dari otoritas Peru. Selain itu, seluruh proses layanan ekspor telah melalui mekanisme Single Submission Quarantine Customs (SSmQC) yang terintegrasi, sehingga mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan transparansi pelayanan karantina bagi pelaku usaha.

"Kami memastikan benih yang diekspor benar-benar bebas dari OPTK yang dipersyaratkan negara tujuan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar benih yang dikirim aman, sehat, dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Editorial Team