Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Peluang Gen Z Kerja ke Luar Negeri dari Lulusan Poltekpar Palembang
Direktur Poltekpar Palembang Iwan Riady, usai meluluskan 239 wisudawan di Novotel Hotel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Poltekpar Palembang meluluskan 239 wisudawan dari 4 prodi vokasi unggulan.
  • Lulusan rata-rata bekerja di kapal pesiar swasta dan industri event organizer, dengan 20% sudah bekerja di luar negeri.
  • Minat masuk Poltekpar tinggi, pendaftar baru melebihi kuota kebutuhan kampus, karena fokus pada praktik kerja sebelum lulus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Generasi anak muda, terutama generasi z, berpotensi besar bekerja di kapal pesiar dan bekerja hingga ke luar negeri dari lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang lewat empat program studi (prodi) unggulan. Instansi pendidikan berbasis vokasi itu, fokus meluluskan mahasiswa untuk bersaing ke luar Indonesia.

"Ke luar negeri (lulusan Poltekpar Palembang) sudah 20 persen dan mereka bekerja di kapal pesiar swasta, rata-rata basisnya kegiatan event organizer," ujar Direktur Poltekpar Palembang Iwan Riady, usai meluluskan 239 wisudawan di Novotel Hotel, Rabu (2/9/2024).

1. Lulusan Poltekpar Palembang masuk industri perhotelan dan pariwisata

Lulusan Poltekpar Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Para wisudawan itu berasl dari empat prodi, meliputi D3 Tata Hidang, jurusan perhotelan, Prodil Divisi kamar, Seni Kuliner dan D4 Jurusan Pariwisata Pengelolaan Konvensi dan Acara.

"Konsep kerja kami, mahasiswa hampir 90 persennya, dalam waktu tiga bulan sudah di-hire dalam industri, perhotelan, pariwisata, dan EO," kata dia.

2. Iwan menilai, animo peminat Poltekpar Palembang tinggi saat seleksi masuk bersama

Lulusan Poltekpar Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Potensi lulusan unggul tembus ke luar negeri mendorong minat mahasiswa baru memilih Poltekpar sebagai instansi pendidikan pilihan dalam menuntut ilmu. Terbukti pada penerimaan mahasiswa baru di 2024, pendaftar melebihi kuota kebutuhan kampus.

"Animo masyarakat masuk Poltekpar cukup tinggi, untuk ujian masuk bersama SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) luar biasa. Pendaftar sampai 700an dari kuota yang diterima 400-an," timpalnya.

3. Lembaga vokasi fokus penerapan pembelajaran turun langsung ke lapangan sebelum kelulusan

Lulusan Poltekpar Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ni Wayan Giri Adnyani, menambahkan, hingga mahasiswa lulus dari Poltekpar Palembang, terdata sebagian dari jumlah lulusan telah bekerja. Kondisi ini didukung dari lembaga pendidikan berbasis vokasi mengutamakan mahasiswa sudah harus terjun ke dunia kerja sebelum lulus.

"Kami lembaga pendidikan vokasi, jadi mereka harus terjun dulu (bekerja) sebelum lulus, kalo di lembaga vokasi, praktiknya gak sekali tapi bertahap, kering dan basah. Beberapa di hotel (bekerja) dan lulus sudah, siap ke industri," jelas dia.

4. Poltekpar menargetkan, lulusan lembaga bisa bekerja dan berwira usaha kurang dari setahun

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Ni Wayan Giri Adnyani (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Giri menyebut, dari seluruh Poltekpar di Indonesia ada enam instansi yang dikelola Kementerian Pertanian. Rata-rata lulusan kampus itu sudah terserap ke sejumlah industri, dalam waktu kurang dari setahun. 

"Hampir semua lulusan (bisa ke luar negeri) potensinya (semua jurusan) bagus. Kami juga fokuskan, 30 persen lulusan bisa jadi wira usaha untuk membuka peluang kerja orang lain," kata Giri. 

Editorial Team