Comscore Tracker

Terlibat Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetyo Ditahan 14 Hari

Dia dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Yanma Mabes Polri

Jakarta, IDN Times - Brigjen Pol Prasetyo Utomo dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) Bareskrim Polri. Ia terbukti terlibat setelah terbukti meneribitkan Surat Jalan untuk Djoko Tjandra. Kini Prasetyo sedang dalam pemeriksaan Divpropam Polri. 

"Mulai hari ini juga, ditempatkan di tempat khusus selama 14 hari. Ditahan lah di sana selama 14 hari," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2020).

1. Brigjen Prasetyo bakal dimintai keterangan lengkap soal surat sakti Djoko Tjandra

Terlibat Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetyo Ditahan 14 HariKepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono (Dok. Humas Polri)

Argo menjelaskan, Divpropam Polri masih mendalami kasus ini hingga tuntas. Bahkan pemeriksaan mendalam terus dilakukan untuk mencari pihak lain yang mungkin terlibat dalam pembuatan surat itu.

"Tentunya kita menggunakan asas praduga tidak bersalah BJPU (Brigjen Prasetyo Utomo) kita minta keterangan selengkap-lengkapnya," kata dia.

Baca Juga: Brigjen Prasetyo yang Bantu Djoko Tjandra Pernah Tugas di Polda Sumsel

2. Pencopotan Brigjen Prasetyo sesuai komitmen Kapolri

Terlibat Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetyo Ditahan 14 HariKapolri Jenderal Polisi, Idham Azis (Dok. Humas Polri)

Argo menjelaskan, pencopotan Presetyo berdasarkan instruksi Kapolri Jenderal Pol Jenderal Idham Azis. Sanksi tegas akan diberikan pada seluruh anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran. Hal itu dilakukan untuk menjaga nama baik Polri sebagai penegak hukum.

"Tentunya kita menggunakan asas praduga tidak bersalah. Brigjen Prasetyo kita minta keterangan selengkap-lengkapnya," kata Argo.

3. Presetyo langsung dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Yanma Mabes Polri

Terlibat Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetyo Ditahan 14 HariSurat jalan Djoko Tjandra dari Bareskrim Polri (Dok. Indonesia Police Watch (IPW))

Diberitakan IDN Times sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot Brigjen Pol Prasetyo Utomo dari jabatannya karena mengeluarkan "surat sakti" untuk buronan kelas kakap Djoko Tjandra.

Pencopotannya termaktub dalam dalam Surat Telegram (TR) Kapolri bernomor ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020. Dalam surat tersebut disebutkan, ia dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Yanma Mabes Polri.

“Komitmen bapak Kapolri jelas, jika dalam pemeriksaan terbukti bersalah, akan dicopot dari jabatannya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan.

Baca Juga: Brigjen Prasetyo Terbukti Bikin Surat Sakti untuk Djoko Tjandra

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya