Comscore Tracker

Oknum ASN Ditangkap Polisi, Ketahuan Palsukan Hasil Rapid Test

Ada dua orang yang jadi tersangka!

Kota Sibolga, IDN Times - Kepolisian dari Polres Kota Sibolga, Sumatera Utara, menemukan surat keterangan rapid test milik calon penumpang kapal, Jumat (27/8). Diketahui surat palsu itu milik dua pelaku yang berhasil diamankan polisi dari lokasi berbeda.

MAP (30) yang diketahui pegawai di Klinik Yakin Sehat Sibuluan, diamankan dari kediamannya di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Tapanuli Tengah (Tapteng). Sedangkan satu lagi pelaku merupakan perempuan berinisial EWT, dibawa petugas dari Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sambas, Kota Sibolga.

1. Salah satu tersangka berstatus ASN

Oknum ASN Ditangkap Polisi, Ketahuan Palsukan Hasil Rapid TestIDN Times/Yogi Pasha

Menurut Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Iptu Rahmansyah Sormin mengatakan, salah satu tersangka berinisial EWT diketahui berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

"Yang pertama kita amankan itu EWT. Dari hasil pengembangan, kemudian penangkapan dilakukan terhadap MAP," jelasnya.

Baca Juga: [LIPSUS] Palembang Setop Beli Rapid Test Buatan Kanada

2. Hasil rapid tes penumpang didapati palsu

Oknum ASN Ditangkap Polisi, Ketahuan Palsukan Hasil Rapid TestSalah satu barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka (Dok/IDNTimes)

Sormin menjelaskan, penangkapan kedua pelaku berawal dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap sejumlah penumpang kapal. Saat polisi melakukan pemeriksaan, mereka mendapati sejumlah kejanggalan dokumen.

"Surat hasil rapid test yang dimiliki para calon penumpang diduga palsu," jelasnya.

3. Pemalsuan dokumen dilakukan di Klinik Yakin Sehat

Oknum ASN Ditangkap Polisi, Ketahuan Palsukan Hasil Rapid TestIDN Times/Yogi Pasha

Sormin mengungkapkan, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan. Beberapa barang bukti juga turut dibawa oleh pihak kepolisian. Dari pemeriksaan sementara itu, kedua tersangka mengakui perbuatannya.

Baik EWT atau MAP mengaku telah memalsukan dokumen rapid test di Klinik Yakin Sehat. "EWT mengaku dibantu oleh tersangka MAP. Sementara MAP bertugas untuk mengambil sampel darah," jelasnya.

Baca Juga: Sumsel Sebut Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai Sudah 100 persen 

4. Gelar perkara akan dilimpahkan ke Polres Tapteng

Oknum ASN Ditangkap Polisi, Ketahuan Palsukan Hasil Rapid TestSejumlah warga mengikuti rapid test yang digelar BIN di Balai Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian kata Sormin, gelar perkara kasus tersebut akan dilimpahkan ke Polres Tapteng. Sebab kata Sormin perbuatan yang dilakukan kedua tersangka terjadi di wilayah Tapteng.

"Atasan EWT juga telah melayangkan laporan atas pemalsuan tandatangan ke Polres Tapteng," jelasnya.

Sebelumnya, puluhan calon penumpang kapal menjalani pemeriksaan kesehatan dan dokumen oleh Gugus Tugas Sibolga. Dari pemeriksaan itu, sejumlah surat keterangan hasil rapid test yang dimiliki penumpang dinyatakan tidak sah oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

"Surat rapid test-nya tidak memiliki nomor. Seharusnya surat itu ada nomor dari laboratorium," terang Koordinator KKP Sibolga, Edison Gultom.

5. Puluhan penumpang dikabarkan sempat telantar

Oknum ASN Ditangkap Polisi, Ketahuan Palsukan Hasil Rapid TestDok.IDN Times/Istimewa

Usai kasus pemalsuan dokumen yang tidak sah itu, puluhan penumpang yang hendak menyeberang ke Pulau Nias dikabarkan telantar di terminal pelabuhan Sibolga pada Jumat (26/6) malam.

Seorang penumpang bernama Gaho saat ditemui mengaku kecewa atas peristiwa itu. Dia bersama anggota keluarga terpaksa batal untuk berangkat. Padahal kata Gaho, mereka segera berangkat ke Pulau Nias untuk keperluan melayat ibunya yang meninggal dunia.

"Saya bayar Rp250 ribu dari Rumah Sakit Pandan. Ini tidak tahu mau menginap di mana, soalnya taulah pekerjaan buruh kasar ini," ucapnya.

Baca Juga: Jubir COVID-19 Sumsel: Rapid Test Gratis untuk Orang yang Terindikasi

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya