Comscore Tracker

Sebut Ma'ruf Amin Pelengkap, Rizal Ramli: Antara Ada dan Tiada

Kinerja Ma'ruf Amin kurang mendapat sorotan media

Jakarta, IDN Times - Ekonom Senior Rizal Ramli menilai kinerja Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang memasuki tahun keenam mendapat sorotan oleh publik, termasuk masa jabatan di tahun perdananya bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Mantan menteri Jokowi itu menilai, kinerja Ma'ruf kurang mendapat sorotan. Pada akhirnya, kiai asal Banten itu seperti tanpa kontribusi.

"Nah, memang satu tahun bersama pak Ma'ruf. Cuma bapak Wakil Presiden kita ini antara ada dan tiada. Kayak pelengkap doang," kata Rizal dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan tvOne, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: KSPI Ungkap Mengapa Buruh Hengkang dari Pembahasan Awal Omnibus Law

1. Indikator ekonomi Indonesia terus merosot sebelum COVID-19

Sebut Ma'ruf Amin Pelengkap, Rizal Ramli: Antara Ada dan TiadaIlustrasi ekonomi terdampak pandemik COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

Rizal yang dulu menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi 2015-2016menyebut, kondisi ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi mengalami pelemahan. Hal itu juga tercerminnya realisasi pertumbuhan ekonomi yang stagnan di angka 5 persen.

"Kami berkali-kali katakan awas lampu kuning. Bisa kena lampu merah karena primary balance itu negatif. Artinya, buat bayar utang aja harus ngutang. CAD tadinya negatif dan sebagiannya," ucap Rizal.

2. Ekonomi Indonesia menuju krisis

Sebut Ma'ruf Amin Pelengkap, Rizal Ramli: Antara Ada dan TiadaIlustrasi pertumbuhan ekonomi turun. (IDN Times/Arief Rahmat)

Ia juga menyebutkan, kondisi ekonomi Indonesia tanpa pandemik COVID-19 sudah menuju krisis. Hal itu bisa terlihat dari terus membengkaknya utang pemerintah. Bank Indonesia (BI) mencatat, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2020 tercatat 413,4 miliar dolar AS atau setara Rp6.076 triliun.

Utang itu terdiri dari ULN sektor publik, yakni pemerintah dan Bank Sentral sebesar 203,0 miliar dolar AS, serta ULN sektor swasta, termasuk BUMN, sebesar 210,4 miliar dolar AS. Kenaikan ULN Indonesia pada Agustus 2020 tercatat 5,7 persen dari Agustus tahun lalu (yoy).

Jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan bulan sebelumnya, sebesar 4,2 persen (yoy). Kenaikan utan disebabkan oleh transaksi penarikan neto ULN, baik ULN pemerintah maupun swasta.

"We are on the way to economic crisis. Kenapa? Utangnya sudah sangat besar. Kalau 98 utang swasta yang besar, pemerintah sedikit. Tapi hari ini utang pemerintah besar, termasuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara), utang swasta lebih kecil," imbuh dia.

3. Ma'ruf Amin jawab tugas dirinya sebagai Wakil Presiden

Sebut Ma'ruf Amin Pelengkap, Rizal Ramli: Antara Ada dan TiadaWakil Presiden RI, Maruf Amin (Dok. Setwapres)

Sebelumnya, Ma’ruf Amin mengaku banyak mendapat tugas khusus dari Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Pernyataan itu dilontarkan Ma'ruf saat menjawab pertanyaan jurnalis Najwa Shihab, perihal pembagian tugas antara Jokowi dengan Ma’ruf dalam memimpin pemerintahan.

“Pertama (tugas khusus), kemiskinan, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), stunting, reformasi birokrasi, ekonomi syariah, radikalisme, terakhir saya disuruh soal pembangunan Papua. Jadi banyak hal yang secara khusus ditugaskan kepada saya,” kata Ma’ruf dikutip dari akun YouTube Najwa Shihab.

Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjelaskan, tugas utama sebagai Wapres adalah membantu presiden. Ia tidak ingin ada 'matahari kembar' atau dualisme kepemimpinan dalam satu pemerintahan.
 
“Secara konstitusi, wapres membantu presiden, membuat kebijakan melalui penetapan di sidang-sidang kabinet. Nantinya yang keluar tentu kebijakan presiden, tidak ada dua matahari. Jadi wapres membantu presiden dalam semua kegiatan yang memang jadi prioritas,” terangnya.

Najwa juga menanyakan seputar pencapaian pemerintahan era Jokowi setelah satu tahun berjalan. Dengan percaya diri, Ma’ruf mengatakan, andai kata tidak ada pandemik COVID-19, maka sudah banyak pencapaian yang tercapai.
 
“Saya kira banyak sekali capaian-capaian di dalam penyiapan SDM, di dalam infrastruktur, penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi dan ekonomi, itu pasti banyak sekali,” klaim dia.

Baca Juga: 1 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Ini 7 Aksi Kontroversial Menag Fachrul Razi

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya