Comscore Tracker

Calon Tunggal di Pilkada Disebabkan Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi

Meskipun KPU memberikan perpanjangan waktu pendaftaran

Jakarta, IDN Times - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, memastikan peluang munculnya calon kepala daerah lain sebagai lawan sang calon tunggal sangat lah kecil, meski beberapa KPU di daerah sudah menambah waktu pendaftaran.

“Jadi tak akan banyak yang mendaftar dalam masa perpanjangan pendaftaran tersebut. Kalau pun ada yang mendaftar, paling bisa dihitung dengan jari,” kata Ujang saat dihubungi IDN Times, Rabu (16/9/2020).

1. Kemunculan calon tunggal karena partai gagal melakukan kaderisasi

Calon Tunggal di Pilkada Disebabkan Parpol Gagal Lakukan KaderisasiHanindhito Himawan Pramana saat mendaftar ke KPU Kabupaten Kediri (Dok. IDN Times/Istimewa)

Kemunculan calon tunggal di sejumlah daerah menandakan sebuah partai politik (parpol) gagal melakukan kaderisasi, khususnya mempersiapkan calon pemimpin daerah yang baru untuk maju.

Selain itu, parpol juga dinilai tak peduli dan abai dengan kadernya sendiri. Akibatnya banyak partai yang memilih untuk mengusung calon lain yang memiliki kans besar untuk menang.

“Ini jelas merugikan kader-kader partai yang sudah berkeringat dan berdarah-darah di partai. Sudah berjuang di partai, tapi yang dicalonkan orang di luar partai yang punya uang dan kekuasaan,” ujarnya.

“Calon tunggal juga bisa terjadi karena calon kepala daerah yang sudah mendaftar, memborong partai-partai. Sehingga partai-partai lain tak mengajukan calonnya. Agar bisa menang mudah dan agar tak ada lawan,” tambahnya. 

Baca Juga: Pendaftaran Pilkada Sumsel Ditutup, Paslon 2 Daerah Lawan Kotak Kosong

2. Ada 28 wilayah yang memiliki calon tunggal

Calon Tunggal di Pilkada Disebabkan Parpol Gagal Lakukan KaderisasiDok. KPU Kota Semarang

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat ada 28 kabupaten dan kota yang terdapat bakal pasangan calon (paslon) kepala daerah tunggal. Data itu didapat berdasarkan pemantauan Bawaslu hingga pendaftaran peserta Pilkada ditutup pada Minggu (6/9/2020) pukul 24.00.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan, bakal paslon kepala daerah tunggal itu tersebar di 15 provinsi. Termasuk dua daerah di Sumatra Selatan (Sumsel), OKU dan OKU Selatan.

“Terdapat 28 kabupaten dan kota ada satu bakal paslon yang melakukan pendaftaran,” kata Afif melalui keterangan tertulis, Selasa (8/9/2020).

3. KPU perpanjang pendaftaran calon kepala daerah yang hanya memiliki calon tunggal

Calon Tunggal di Pilkada Disebabkan Parpol Gagal Lakukan KaderisasiIlustrasi (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Dari 28 daerah dengan calon tunggal itu, sembilan di antaranya merupakan bakal calon yang mendaftar melalui jalur perseorangan atau independen. Namun bakal calon yang tidak memenuhi syarat yaitu di Ngawi, Balikpapan, Kediri, Kebumen, Raja Ampat, Pematangsiantar, Semarang, Boyolali, dan Kutai Kartanegara.

Dia menambahkan, daerah dengan calon tunggal yang terdaftar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memperpanjang waktu tahapan pendaftaran pasangan calon.

“Sesuai Peraturan KPU nomor 10 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19, perpanjangan pendaftaran dilaksanakan paling lama tiga hari setelah pelaksanaan sosialisasi penundaan tahapan,” ujar Afif.

Baca Juga: Perludem: Calon Tunggal Berpotensi Bikin Partisipasi Pemilih Drop

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya