Comscore Tracker

Begini Kondisi Terkini dari 7 Perusahaan yang Diakuisisi Google 

Nomor 6, miris deh...

Salah satu berita besar yang ramai dalam beberapa bulan terakhir adalah akuisisi Google terhadap Fitbit, yang dikenal dengan fitness tracker-nya, Fitbit Versa. Sebelum Fitbit, Google sempat mengakuisisi sejumlah perusahaan hardware besar.

Sayangnya, sebagian besar di antaranya gagal berkembang dan berakhir ‘mandek’, atau untung-untung digunakan di beberapa produk buatan Google. Alhasil, daftar perusahaan hasil akuisisi Google yang ‘bertahan’ terhitung kecil. Berikut 7 di antaranya dan bagaimana kondisinya saat ini.

1. Motorola Mobility

Begini Kondisi Terkini dari 7 Perusahaan yang Diakuisisi Google theverge.com

Akuisisi Google terhadap Motorola Mobility di tahun 2011, bernilai US$ 12,5 miliar (Rp175 triliun) dan sejauh ini, menjadi akuisisi terbesar yang pernah Google lakukan. Google menginginkan kontrol atas ribuan hak paten dari perangkat seluler yang dimiliki Motorola, sekaligus memperkenalkan perangkat entry-level untuk pasar negara berkembang. Sayangnya, rencana itu tidak berjalan sesuai harapan. Pada tahun 2014, Google menjual Motorola Mobility ke Lenovo seharga US$ 2,91 miliar atau sekitar Rp40 triliun saja.

2. HTC

Begini Kondisi Terkini dari 7 Perusahaan yang Diakuisisi Google androidpolice.com

Pada tahun 2017, Google mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi beberapa tim divisi HTC. Lebih lanjut, dalam kesepakatan bernilai US$ 1,1 miliar (Rp15 triliun) itu, Google juga mendapat hak non-eksklusif untuk sejumlah kekayaan intelektual HTC.

Hasil dari akuisisi ini adalah Google Pixel, yang notabene hasil kerja sama tim Google dan HTC yang baru saja dibeli. Sementara itu, HTC sendiri mengalami kesulitan, kemungkinan karena kehilangan sebagian peneliti dan orang-orang berbakat dalam penjualan itu.

3. Nest Labs

Begini Kondisi Terkini dari 7 Perusahaan yang Diakuisisi Google techcrunch.com

Nest-Labs, perusahaan yang didirikan oleh dua mantan insinyur Apple, dibeli oleh Google pada tahun 2014 dalam kesepakatan senilai US$3,2 miliar (Rp45 triliun). Kala itu, Google berjanji bahwa Nest akan tetap berjalan sebagai brand independen, yang terpisah dari Google.

Namun, pada tahun 2018, Google membatalkan janjinya dan mengumumkan bahwa Nest akan bergabung dengan Google. Salah satu hasil dari ‘kolaborasi’ ini adalah berubahnya beberapa nama perangkat Google (non-Nest), seperti Home Hub menjadi Nest Hub.

Baca Juga: 7 Aplikasi Google yang Dapat Bantu Kamu Atasi Kecanduan Smartphone

4. Dropcam

Begini Kondisi Terkini dari 7 Perusahaan yang Diakuisisi Google hubsanfrancisco.com

Tak lama setelah Nest, Google kembali mengakuisisi perusahaan perangkat keras lain yaitu Dropcam. Pembelian ini menelan biaya US$ 555 juta (Rp7 triliun) bagi Google dan menjadi awal dari lahirlah Nest Cam.

Nest mengambil desain dari salah satu produk utama Dropcam yaitu Dropcam Pro, mengubahnya sedikit dan memasarkannya dengan nama Nest Cam. Setelah melakukan beberapa ‘migrasi’, Google kemudian membubarkan Dropcam. Greg Duffy, salah satu pendiri Dropcam, secara terbuka menyesali penjualan tersebut.

5. Cronologics

Begini Kondisi Terkini dari 7 Perusahaan yang Diakuisisi Google androidauthority.com

Pada akhir tahun 2016, Google mengakuisisi Cronologics dalam kesepakatan yang nilainya tidak diungkap. Kala itu, Cronologics hanya memiliki satu produk yaitu CoWatch, namun itu bukanlah alasan mengapa Google membeli Cronologics.

Alasan utamanya adalah Google ingin tim Cronologics bekerja pada Android Wear, sistem operasi wearable berbasis Android yang nantinya akan menjadi Wear OS. Sebelumnya, Cronologics menggarap sistem wearable sendiri berbasis Android Lollipop. Tak lama setelah pembelian itu, Google ‘mematikan’ Cronologics.

6. Titan Aerospace

Begini Kondisi Terkini dari 7 Perusahaan yang Diakuisisi Google phys.org

Titan Aerospace didirikan pada tahun 2011 dengan tujuan untuk mengembangkan pesawat tak berawak yang bisa terbang sendiri hingga lima tahun menggunakan tenaga surya. Google kemudian membeli Titan Aerospace pada tahun 2014 dan menempatkannya di bawah divisi eksperimental Google X, dengan nama Project Titan.

Lewat Project Titan, Google berharap bisa mendistribusikan internet nirkabel ke daerah-daerah yang kurang terlayani. Sayangnya, gagasan ini ‘mandek’, karena pada tahun 2017, Google meninggalkan Project Titan dan mengalihkan fokus ke Loon – proyek serupa namun dengan balon.

7. Fitbit

Begini Kondisi Terkini dari 7 Perusahaan yang Diakuisisi Google techradar.com

Yang terakhir sekaligus yang terbaru adalah Fitbit. Pada titik ini, tidak ada banyak petunjuk mengenai ke mana Google akan membawa Fitbit. Namun, kemungkinan besar Google tidak akan mengulangi apa yang mereka lakukan terhadap Cronologics.

Sebaliknya, Google nampaknya akan merilis perangkat wearable baru, yang dikembangkan oleh tim dari Fitbit. Perangkat ini bisa jadi merupakan Pixel Watch, yang pada Oktober kemarin, sempat dirumorkan akan diumumkan di samping Pixel 4. Dan jika semuanya berjalan dengan baik, kecil kemungkinan Fitbit akan dibubarkan seperti sebelum-sebelumnya.

Demikian tadi sedikit informasi mengenai daftar perusahaan yang diakuisisi Google dan bagaimana kondisinya sekarang. Jika dilihat dari sejarahnya, Google memang lebih banyak ‘memusnahkan’ perusahaan yang dibeli, ketimbang mempertahankannya.

Baca Juga: Ini 10 Trik Mencari Kata Lebih Akurat di Google, Menghemat Waktumu

Topic:

  • Sidratul Muntaha

Berita Terkini Lainnya