Comscore Tracker

Satelit Indonesia Jatuh dan Hilang di Perairan Pasifik 

Satelit Palapa D akan purna tugas Juli 2020

Jakarta, IDN Times - Satelit Nusantara Dua milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) diketahui jatuh di Perairan Pasifik, atau dekat Pulau Guam. Pesawat itu tidak berhasil mengorbit karena kegagalan sistem setelah diluncurkan dari Tiongkok, Kamis (9/4) pukul 19.46 waktu setempat.

"Satelit Nusantara Dua kemarin meluncur dari Tiongkok, stage ketiga yang memiliki dua roket, salah satunya tidak menyala," kata Direktur Umum PSN, Adi Rahman Adiwoso dikutip dari Kantor Berita Antara, Sabtu (11/4).

1. Satelit hilang di laut

Satelit Indonesia Jatuh dan Hilang di Perairan Pasifik pexels.com/Pixabay

Satelit Nusantara Dua diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC) di Xichang, Tiongkok. Proses peluncuran berjalan dengan lancar, namun sayangnya kendala terjadi saat masuk ke stage ketiga.

Dari dua roket yang ada di pesawat ulang-alik, salah satunya tidak menyala sehingga pesawat tidak memiliki cukup kecepatan untuk mencapai orbit di slot orbit 113 derajat Bujur Timur.

Pesawat itu kemudian jatuh ke laut dan tidak bisa diselamatkan sehingga satelit hilang. PSN memastikan satelit tersebut sudah diasuransikan penuh.

Baca Juga: Pendaftar Pra Kerja di Palembang 25 Ribu, Didominasi Karyawan Hotel 

2. Rencananya gantikan Satelit Palapa D yang purna tugas Juli nanti

Satelit Indonesia Jatuh dan Hilang di Perairan Pasifik Konferensi Pers Update RUU Perlindungan Data Pribadi Kementerian Komunikasi dan Informatika (IDN Times/Lia Hutasoit)

Satelit Nusantara Dua direncanakan akan menggantikan satelit Palapa D, yang terletak di orbit yang sama, yang akan habis masa berlaku pada Juli tahun ini. Satelit Palapa D selama ini digunakan oleh perusahaan dan lembaga penyiaran maupun komunikasi.

PSN bersama mitranya yakni Indosat Ooredoo dan Kominfo mulai membahas strategi lainnya agar layanan penyiaran tetap tersedia, tidak disebutkan kapan satelit pengganti bisa tersedia.

CBO Indosat Ooredoo Bayu Hanantesena menyatakan sedang menyiapkan rencana pengganti agar layanan yang diberikan satelit tetap berjalan.

"Kami melakukan rencana keberlanjutan bisnis, mencari satelit pengganti," kata Bayu.

3. Jamin layanan penyiaran dan komunikasi berjalan normal

Satelit Indonesia Jatuh dan Hilang di Perairan Pasifik Doc.IDN Times

Indosat Ooredoo pun menjamin satelit Palapa D masih tetap beroperasi penuh, dan tidak terdampak pada gagal orbit Satelit Nusantara Dua. Begitu juga dengan layanan yang memanfaatkan satelit.

"Kami memastikan layanan yang diberikan ke pelanggan penyiaran mau pun komunikasi bisa terlayani dengan baik dan tidak terganggu," kata Bayu.

Baca Juga: Sisa 11 Penerbangan, Bandara SMB II Palembang Ditutup Pukul 18.00 WIB

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya