Comscore Tracker

Menteri Perindustrian: Industri Otomotif Diimbau Bayar THR Karyawan

Pemerintah juga telah mengeluarkan insentif Rp405,1 triliun

Jakarta, IDNTimes - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta industri otomotif tanah air tetap membayar hak-hak karyawannya meski di masa pandemi COVID-19. Industri otomotif yang melesu karena mengurangi kegiatan produksi, tak seharunya menghapus kewajiban perusahaan membayar Tunjangan Hari Raya (THR).

“Kami mengimbau kepada pelaku industri otomotif tersebut dapat memastikan bahwa hak-hak pekerjanya bisa terpenuhi, seperti Tunjangan Hari Raya (THR) yang diharapkan dapat dibayar tepat waktu,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu kemarin (10/4). 

1. Karyawan yang dirumahkan juga berhak

Menteri Perindustrian: Industri Otomotif Diimbau Bayar THR KaryawanIlustrasi penghasilan (IDN Times/Arief Rahmat)

Agus mendorong kepada para pelaku industri otomotif agar tetap memenuhi hak-hak pekerjanya yang sementara waktu dirumahkan, kendati beberapa pabrik melakukan penghentian sementara atau menurunkan jumlah produksi.

Kementerian Perindustrian dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terus berkoordinasi untuk mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri otomotif. 

“Kami bersama Gaikindo akan berupaya semaksimal mungkin untuk berupaya membantu industri otomotif dalam jangka pendek ini untuk mencegah terjadinya PHK,” tutur Agus. 

Baca Juga: Cemaskan Dampak Ekonomi akibat COVID-19, Menteri Jerman Bunuh Diri 

2. Industri otomotif kebagian insentif Rp150 triliun dari pemerintah

Menteri Perindustrian: Industri Otomotif Diimbau Bayar THR KaryawanIlustrasi insentif (IDN Times/Arief Rahmat)

Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp405,1 triliun sebagai insentif untuk diberikan ke dunia usaha. Sektor industri termasuk otomotif mendapat suntikan Rp150 triliun. Pemberian insentif telah dituangkan lewat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020.

“Perppu ini akan sangat membantu sektor industri, termasuk otomotif sehingga mereka dapat melakukan recovery dengan cepat menuju kondisi yang normal,” ungkap Agus.

Kementerian Perindustrian sudah mengusulkan berbagai stimulus tambahan untuk menggairahkan usaha sektor industri. Inisiatif ini sedang dirapatkan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta pelaku industri. 

“Terdapat berbagai stimulus yang sedang kami diskusikan sehingga diharapkan dapat membantu sektor industri termasuk otomotif untuk dapat bertahan pada kondisi yang sulit ini,” imbuhnya.

3. Industri otomotif tetap beroperasi di tengah PSBB Jakarta,

Menteri Perindustrian: Industri Otomotif Diimbau Bayar THR KaryawanPSBB Jakarta Selatan (IDN Times/Fiqih Damar Jati)

Mengenai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Agus memastikan bahwa industri mendapat pengecualian dan masih bisa beroperasi.

“Kemenperin pada prinsipnya selalu memberikan perhatian terhadap sektor industri dalam kondisi apa pun. Kami sudah keluarkan surat edaran ke industri, agar dapat tetap beroperasi dengan tetap menjalankan protokol pencegahan COVID-19,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap industri otomotif yang juga mengalami dampak buruk karena pandemi COVID-19. 

“Kami berharap perhatian dan bantuan-bantuan lainnya dapat mendorong sektor industri agar dapat segera bangkit dan menjadi pemain utama serta tuan rumah di negeri sendiri,” ungkap Yohannes.

Baca Juga: UKM Handicraft di Palembang Banting Stir, Bikin 1.500 Masker Per Hari

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya