Comscore Tracker

Sudah 250 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar Sejak 2 Bulan Terakhir

Kebakaran rata-rata terletak di lahan mineral yang kering

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) Sumatra Selatan, mencatat 250 hektare areal lahan sudah terbakar sepanjang dua bulan terakhir, atau Juli-Agustus 2020.

Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Brigadir Jenderal TNI Jauhari Suraji mengatakan, karhutla terjadi di sejumlah kabupaten yang rawan di Sumatra Selatan (Sumsel). Ia mengungkapkan, terdapat 978 titik panas atau hotspot yang terpantau satelit LAPAN.

“Kebakaran menyebar di Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin. Tapi dominasi lahan terbakar saat ini berasal dari Penukal Abab Lematang Ilir,” katanya seperti dikutip Antara, Senin (7/9/2020).

1. Kebakaran lahan rata-rata terletak di lahan mineral yang mulai kering

Sudah 250 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar Sejak 2 Bulan TerakhirANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Ia menjelaskan, karhutla umumnya berada di lahan mineral yang sudah mulai kering. Beberapa wilayah di SUmsel memang mulai memasuki musim kemarau. Sedangkan di lahan gambut saat ini diperkirakan masih basah.

“Sekarang titik panas dan titik api itu mulai ramai. Kita perkuat tim di lapangan untuk bisa mengoptimalkan upaya pemadaman dan menjaga lahan yang rentan terbakar,” ujarnya.

Jauhari mengatakan, satgas sudah menyiagakan dan menyebar 2.330 personel ke daerah-daerah rawan karhutla tahun ini. Jika kebakaran makin meluas, personel akan terus ditambah jumlahnya.

Baca Juga: Polda Sumsel Amankan 22 Orang Terkait Karhutla Selama Juli-Agustus

2. Lokasi terbakar yang sulit diakses hingga angin kencang menjadi kendala pemadaman

Sudah 250 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar Sejak 2 Bulan TerakhirIlustrasi (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Ia menerangkan, berbagai kendala ditemukan di lapangan. Seperti area lahan terbakar yang sulit diakses karena harus melintasi semak belukar dan sungai.

“Supaya pemadaman maksimal dilakukan maka harus penyiraman dari udara menggunakan helikopter, meski harus dilakukan berhari-hari dan dibom air secara berulang-ulang,” jelas dia.

Kendala lain adalah ketersediaan air yang mulai berkurang, serta angin kencang sehingga api cepat merambat. "Terutama di area yang materialnya sudah kering seperti ranting pohon dan semak belukar," paparnya.

3. Modifikasi cuaca hingga sosialiasi bahaya membakar lahan pun dilakukan

Sudah 250 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar Sejak 2 Bulan TerakhirKLHK Mulai Lakukan TMC untuk Cegah Karhutla di Sumatera Selatan dan Jambi (Dok. KLHK)

Ia mengatakan, upaya meminimalisir karhutla juga dilakukan dengan teknik modifikasi cuaca. Yaitu dengan hujan buatan. Untuk mendukung hal tersebut, sudah bersiaga dan beroperasi 14 armada helikopter dan pesawat.

"Digunakan untuk patroli, pemboman air, mau pun hujan buatan," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla, ia satgas juga melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat hingga tingkat desa. Para warga kata Jauhari diminta tidak membakar lahan dengan tujuan apa pun.

Bahkan Jauhari sudah mengeluarkan kebijakan untuk jajaran di bawahnya seperti Dandim hingga Babinsa, agar tidak meninggalkan tempat saat bertugas selama musim kemarau yang berpotensi menimbulkan karhutla.

Baca Juga: Lahan Gambut Mulai Kering, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya