Comscore Tracker

Pascagempa, Aktivitas Warga Maluku Utara Kembali Normal  

Terdapat beberapa kerusakan di Ternate

Jakarta, IDN Times - Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) sempat mengguncang Maluku Utara. Usai gempa bumi yang melanda Jailolo, Maluku Utara, pada Kamis (14/11) pukul 23.17 WIB, kini aktivitas warga kembali normal.

Dikutip dari laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bnpb.go.id, hingga kini belum ada informasi dari BPBD Halmahera Barat tentang kerusakan dan korban akibat dari gempa tersebut. Bahkan, sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasanya.

1. Aktivitas warga kembali normal pasca gempa yang mengguncang Maluku Utara

Pascagempa, Aktivitas Warga Maluku Utara Kembali Normal  Gempa Maluku Utara M 7.1, Kamis (14/11). (Dok. BNPB)

Meski aktivitas warga kembali normal dan belum ada laporan kerusakan serta korban, namun Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Imron Loloroi mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan patroli dan pendataan terkait situasi di lapangan. 

Patroli itu dilakukan karena gempa susulan yang terjadi juga dirasakan cukup kuat di wilayah yang terdampak.

"Gempa susulan dirasakan cukup kuat," kata Imron seperti dikutip dari situs BNPB.

Baca Juga: Tsunami Kurang dari 1 Meter Terdeteksi Usai Gempa di Maluku Utara

2. Terdapat beberapa kerusakan di Ternate

Pascagempa, Aktivitas Warga Maluku Utara Kembali Normal  Gempa Maluku Utara M 7.1, Kamis (14/11). (Dok. BNPB)

Sementara itu, situasi di Kota Bitung sendiri dalam kondisi normal. Namun, masih ada masyarakat yang bertahan di tempat tinggi karena ada gempa susulan. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa juga di Kota Bitung.

Tak hanya itu, pantauan di Kota Ternate pun menggambarkan bahwa aktivitas masyarakat cenderung normal. BPBD Kota Ternate juga menginformasikan bahwa warga yang semalam menjauh dari pantai, Jumat (15/11) pagi ini mulai berangsur kembali ke rumah. BPBD mengimbau untuk selalu siap siaga terkait dengan gempa susulan. 

"Data Pusdalops BNPB mencatat dua orang mengalami luka atas nama Delvi Peo dan Mesin Bunga. Keduanya berasal dari Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate," kata Agus Wibowo selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Sedangkan dampak kerusakan, gempa memicu kerusakan di Kota Ternate seperti rumah dan rumah ibadah rusak ringan. Pusdalops BNPB mencatat enam rumah rusak ringan, di antaranya di Kelurahan Mayau tiga unit, Lekewi dua dan Bido satu. Semuanya di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, sedangkan dua unit gereja rusak ringan di Kelurahan Bido dan Lelewi. 

"Upaya yang terus dilakukan yaitu melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD Kabupaten dan kota serta sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi. Di samping itu, posko telah didirikan di Jalan Hasan Esa Takoma, Ternate," jelas Agus.

3. Gempa susulan beberapa kali guncang Maluku Utara

Pascagempa, Aktivitas Warga Maluku Utara Kembali Normal  Gempa Maluku Utara M 7.1, Kamis (14/11). (Dok. BNPB)

Sebelumnya BMKG menyatakan status peringatan dini tsunami pascagempa utama M 7,1 yang diakhiri pada pukul 01.45 WIB. BMKG juga memutakhirkan laporan adanya gelombang tsunami dengan ketinggian masing-masing 0,6 meter di Ternate (23.43 WIB), 0,9 meter di Jailolo (23.43) dan 0,10 meter di Bitung (00.08 WIB).

Lalu, BMKG juga mencatat beberapa kali gempa susulan (aftershock) pascagempa utama (mainshock) dengan magnitudo 7,4 yang dimutakhirkan menjadi 7,1 yang berlokasi di titik koordinat 1.63 LU 126.39 BT atau 134 kilometer Barat Laut Jailolo, pada kedalaman 73 kilometer di Maluku Utara, Jumat (15/11) dini hari.

Gempa susulan masing-masing tercatat adalah Magnitudo 5.0 pada Jumat (15/11) dini hari, pukul 00:55 WIB, dengan titik lokasi di 1.54 LU,126.46 BT atau 128 km Barat Laut Jailolo di kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa susulan ini tidak berpotensi tsunami.

Kemudian gempa selanjutnya tercatat dengan magnitudo 5.9 pada Jumat (15/11) dini hari, pukul 01:45 WIB yang berada di titik lokasi 1.49 LU, 126.40 BT dengan pusat gempa berada di dasar laut atau 127 km Barat Laut Jailolo di kedalaman 10 km. Gempa tersebut juga dinyatakan tidak berpotensi tsunami dan guncangannya dirasakan (MMI) III Ternate, II-III Manado, II-III Tahuna dan II-III Bitung.

Baca Juga: BMKG Catat Sejumlah Gempa Susulan Usai Guncangan di Maluku Utara

Topic:

  • Sidratul Muntaha

Berita Terkini Lainnya