Comscore Tracker

Jokowi Minta Daerah Lakukan Mini Lockdown Cegah Penyebaran COVID-19

Jokowi minta Komite instruksikan mini lockdown ke daerah

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo meminta daerah melakukan mini lockdown untuk menecegah penyebaran COVID-19. Ia mengatakan, istilah itu menjadi bagian intervensi berbasis lokal untuk menurunkan kasus virus corona di Indonesia. Jokowi memerintahkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menyampaikan hal itu kepada para pimpinan daerah.

"Intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi kabupaten/kota. Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, di tingkat kampung, di tingkat RW, RT atau di kantor atau di pondok pesantren," kata Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Ketika Jokowi Dengar Curhat Perjuangan Dokter yang Menangani COVID-19

1. Jokowi menyebut mini lockdown lebih efektif turunkan kasus

Jokowi Minta Daerah Lakukan Mini Lockdown Cegah Penyebaran COVID-19Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas pada Kamis (24/9/2020) di Istana Kepresidenan (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Menurutnya, pembatasan sosial berskala mikro akan lebih efektif diterapkan ketimbang mengisolasi satu wilayah. Bagi Jokowi, melakukan isolasi satu wilayah bisa merugikan banyak orang.

"Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang," tutur Jokowi.

2. Sebut kasus aktif lebih rendah dari rata-rata dunia

Jokowi Minta Daerah Lakukan Mini Lockdown Cegah Penyebaran COVID-19Presiden Joko memberikan pidato di Sidang Umum PBB (Dok.Biro Pers Kepresidenan)

Jokowi memparkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia per 27 September 2020. Dia mengatakan, kasus aktif di Indonesia sudah sedikit lebih rendah dari rata-rata dunia. Ia meminta jajarannya terus memperbaiki hal tersebut.

"Rata-rata kasus aktif di Indonesia itu 22,46 persen. Ini sedikit lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Saya kira ini baik untuk terus diperbaiki lagi," ujarnya.

Baca Juga: Momen Lucu Rapat Virtual Kabinet, Jokowi: Tes Tes Tes, Sudah Dengar? 

3. Angka kematian RI menurun dari bulan lalu

Jokowi Minta Daerah Lakukan Mini Lockdown Cegah Penyebaran COVID-19TPU Pondok Ranggon (IDN Times/Aldila Muharma dan Fiqih Damar)

Selain itu, Jokowi juga memaparkan angka kematian di Indonesia mencapai 3,77 persen. Dia menyebut angka tersebut sempat berkurang dari bulan lalu.

"Kalau kita dibandingkan dengan bulan yang lalu, rata-rata kematian di negara kita juga menurun. Dari 4,33 persen menjadi 3,77 persen," ungkapnya.

Meski menurun dibanding bulan lalu, Jokowi menuturkan, angkanya masih lebih tinggi dibanding rata-rata dunia. Ia pun meminta jajarannya untuk segera menekan angka kematian.

"Karena rata-rata kematian dunia mencapai 3,01 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian di negara kita bisa terus menurun," tutur Jokowi.

Baca Juga: [BREAKING] Innalillahi! Dirjen KKP Aryo Hanggono Wafat karena COVID-19

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya