Comscore Tracker

Pembayaran di Mal Larang Penggunaan Uang Tunai Saat Normal Baru

Penting diingat, harus jaga jarak hingga dua meter

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan Keputusan Mendagri (Kepmendagri) nomor 440-830 tahun 2020. Isinya tentang pedoman tatanan new normal atau normal baru.

Dalam Kepemendagri tersebut, pemerintah juga mengatur protokol yang harus ditaati masyarakat di mal, pasar, hingga pertokoan saat normal baru diterapkan. Seperti apa protokol baru yang harus dilaksanakan saat berbelanja di mal nantinya?

Baca Juga: Mal Bakal Buka Lagi di Era New Normal, Warga Senang Campur Was-was 

1. Tetap menjaga jarak hingga 2 meter

Pembayaran di Mal Larang Penggunaan Uang Tunai Saat Normal BaruDiskon pakaian rupanya tak melulu jadi incaran utama para pengunjung mal. (IDN Times/Zulkifli Nurdin)

Aturan pertama yang telah dilaksanakan dan masih harus dilakukan adalah jaga jarak. Pemerintah tetap meminta semua fasilitas komersial swasta, industri, dan bentuk-bentuk bisnis lain yang beroperasi di dalam yurisdiksi teritorial pemerintah daerah, wajib menyerahkan Rencana Pengelolaan Normal Baru kepada unit pemerintah daerah yang akan merinci pengaturan dan tata kelola pusat keramaian sesuai dengan perlindungan atau protokol yang diperlukan, sebelum mulai beroperasi.

"Pengelola dan satuan pengamanan wajib menerapkan aturan jarak fisik (physical distancing) dan jarak sosial (social distancing) pada setiap gerai, toko, antrean, dan semua fasilitas lainnya minimal satu meter, tetapi lebih disarankan sejauh dua meter antara individu di semua ruang publik," demikian tertulis di Kepmendagri itu.

Baca Juga: Era Normal Baru: Belum Kelar PSBB, Palembang Siap?

2. Transaksi pembayaraan tanpa uang tunai atau cashless

Pembayaran di Mal Larang Penggunaan Uang Tunai Saat Normal BaruSalah satu toko pakaian di Bigmall Samarinda yang menyajikan barang diskon dan menjadi daya tarik pengunjung menjelang lebaran. (IDN Times/Zulkifli Nurdin)

Semua pengunjung wajib diperiksa suhu tubuhnya. Bahkan toko dan pusat komersial seperti pusat perbelanjaan, butik, supermarket, dan bank, perlu menetapkan jumlah maksimum orang yang bisa memasuki tempat itu.

Pemerintah juga menetapkan agar pusat perbelanjaan harus menyosialisasikan transaksi online, dan menerapkan metode pembayaran tanpa uang tunai atau cashless.

"Pengelola harus membatasi jumlah orang yang masuk lift dan pengelola harus mulai memperbanyak mesin penjual makanan atau minuman otomatis, daripada mengoperasikan kafetaria secara penuh untuk mengurangi kontak langsung," tulis aturan Kepmendagri itu.

Baca Juga: Kritisi Protokol New Normal Pemerintah, PAN: Tidak Ada yang Baru 

3. Pegawai di salon dan spa wajib gunakan masker dan sarung tangan

Pembayaran di Mal Larang Penggunaan Uang Tunai Saat Normal BaruIlustrasi salon kecantikan (Instagram/@rudyhadisuwarno.school)

Untuk salon kecantikan dan spa akan diizinkan beroperasi lagi saat normal baru. Namun, dalam Kepmendagri dituliskan bahwa personel salon dan spa tersebut harus menggunakan masker dan sarung tangan saat bertugas.

"Para pegawai juga harus sering mencuci tangan dan membersihkan alat-alat mereka dengan cairan disinfektan," lanjut aturan yang tertulis dalam Kepmendagri.

4. Pengelola mal atau pertokoan wajib menginformasikan perkembangan COVID-19

Pembayaran di Mal Larang Penggunaan Uang Tunai Saat Normal BaruDok. Agus Suparto

Pengelola mal dan pertokoan diminta menempatkan materi informasi sebagai pengingat bagi pegawai dan pengunjung terkait jarak fisik aman, cuci tangan, dan sanitasi rutin. Pengelola juga wajib menyiapkan informasi medis dan kesehatan, pembaruan pada kasus-kasus lokal dan kebijakan pemerintah.

Selain itu, menempatkan petunjuk arahan ke lokasi tempat cuci tangan dan sanitasi, stasiun pengujian atau fasilitas, fasilitas karantina, dan informasi-informasi penting lainnya.

"Pemerintah daerah harus menyusun dan mengembangkan basis data semua tempat komersil, pertokoan, mal yang beroperasi di wilayah yurisdiksi mereka yang harus mencakup informasi seperti jumlah karyawan, jam kerja, kondisi ruang kerja atau area lantai kantor, dan seterusnya," tulisnya.

Baca Juga: Meski New Normal, Mendagri Tetap Larang Ojol Angkut Penumpang 

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya