Comscore Tracker

Gawat, 1.160 Hoaks di Medsos Muncul Selama COVID-19!

74 orang ditangkap oleh Polri atas dugaan menyebarkan hoaks

Jakarta, IDN Times - Pandemi COVID-19 ternyata tak membuat hoaks mereda. Selama virus corona merebak di Indonesia, sebanyak 1.160 hoaks muncul dan bertebaran di media sosial. Berita bohong itu tentunya membuat banyak masyarakat Indonesia resah.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, kemunculan hoaks di Indonesia beredar di empat aplikasi media sosial. Yakni YouTube, Facebook, Twitter dan Instagram. 

"Sebanyak 804 hoaks tersebar di Facebook, 10 di Instagram, 340 di Twitter, dan 6 hoaks di YouTube," ujar Johnny ketika berbincang dengan IDN Times melalui live streaming Instagram dalam program "Cek Fakta" pada Selasa (14/4). 

Kemenkominfo pun memerintahkan kepada kantor perwakilan masing-masing media sosial tersebut untuk menurunkan, atau memblokir konten berisi hoaks. Sejauh ini kata menteri dari Partai NasDem itu, sudah 750 hoaks diblokir oleh keempat platform media sosial. Sedangkan sisanya masih diproses.

Demi mencegah kekhawatiran di publik dan menyetop penyebaran hoaks, Kemenkominfo berkirim surat kepada Kepala Bareskrim Mabes Polri agar memproses hukum para pelaku.

1. Polri sudah menahan 11 orang diduga penyebar hoaks

Gawat, 1.160 Hoaks di Medsos Muncul Selama COVID-19!IDN Times/Sukma Shakti

Berdasarkan data Kemenkominfo, sejauh ini Polri sudah menangkap 87 orang yang diduga telah membuat konten hoaks dan menyebarluaskannya. Dari jumlah tersebut 11 orang di antaranya sudah ditahan. 

"Sedangkan 74 orang lainnya masih diproses," kata Johnny. 

Ancaman hukuman bagi orang yang terbukti membuat hoaks juga bukan main-main, yakni penjara hingga 6 tahun dan denda mencapai Rp1 miliar. 

Johnny pun mengajak publik agar berhenti membuat dan menyebarkan berita hoaks. Ia menjelaskan jika informasi sesuai fakta lah yang kini dibutuhkan oleh publik. 

Baca Juga: Cek IMEI Handphone Sebelum Beli, Terdeteksi Ilegal Otomatis Blokir

2. Konten hoaks yang sudah dilarang Facebook sudah 527 informasi

Gawat, 1.160 Hoaks di Medsos Muncul Selama COVID-19!IDN Times/Sukma Shakti

Johnny mengakui belum semua konten yang dianggap memuat hoaks, sudah diblokir dari media sosial oleh pengelola platform. Ia pun kemudian merinci muatan hoaks paling banyak dan telah diblokir berada di jejaring Facebook yang mencapai 627 informasi. 

"Facebook sudah melakukan take down ke-627 informasi hoaks itu, sedangkan di Instagram mencapai 4 dari 10, di Twitter 115 dari 340 dan YouTube 4 dari 6 konten," tutur dia. 

3. Masyarakat diminta mengakses informasi resmi dari situs pemerintah

Gawat, 1.160 Hoaks di Medsos Muncul Selama COVID-19!(IDN Times/Reynaldy Wiranata)

Menkominfo pun meminta masyarakat mencari informasi mengenai pandemi COVID-19 dari tempat-tempat terpercaya, seperti situs pemerintah yang beralamat di covid19.go.id. Pada laman tersebut kata Johnny, membuat informasi terintegrasi mengenai virus corona, termasuk data penyebaran di tingkat nasional maupun daerah.

"Sebelumnya data ada di Kementerian Kesehatan, ada di Gugus Tugas, ada di gubernur-gubernur, bupati-bupati, bahkan ada dari analis dan pengamat baik dari dalam dan luar negeri. Mereka membuat data yang berbeda-beda. Ini kan membuat publik bingung," kata Johnny.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun meminta satu acuan data dari pemerintah. Sehingga diharapkan ke depan, informasi di situs itu bisa dijadikan referensi tunggal ketika publik mencari informasi terkait COVID-19. 

Baca Juga: PDAM Tirta Musi Palembang Gratiskan Tagihan Warga, Ini Syaratnya

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya