Comscore Tracker

Polisi Pastikan Penusuk Syekh Ali Jaber Tak Punya Gangguan Jiwa

Tersangka secara sadar mampu menjawab pertanyaan psikiater

Bandar Lampung, IDN Times - Polda Lampung telah memeriksa sebanyak 15 saksi yang terkait dengan peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber oleh tersangka Alfin Andrian (24). Keterangan 15 saksi ini melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyidik pun sudah menggelar perkara pada Selasa (15/9/2020) malam.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, dari hasil pemeriksaan saksi terungkap jika tersangka tidak mengalami gangguan jiwa. Bahkan tersangka dengan sadar menjawab pertanyaan psikiater.

“Berdasarkan pemeriksaan, tersangka melakukan penusukan karena gelisah atas dakwah yang disampaikan Syekh Ali Jaber. Tersangka ini mengaku jika suara dakwah yang berlangsung itu membuatnya gelisah dan langsung melakukan tindakan (penusukan)," ujar Pandra, Rabu (16/9/2020).

Saat ditanya penyidik lebih jauh, tersangka mengaku menusuk Syekh Ali Jaber tanpa dorongan atau paksaan dari pihak manapun. "Tidak ada disuruh oleh pihak lain dan memang tergerak sendiri," tegasnya.

1. Dijerat pasal percobaan pembunuhan berencana

Polisi Pastikan Penusuk Syekh Ali Jaber Tak Punya Gangguan JiwaKabid Humas Polda Lampung, Zahwani Pandra Arsyad memberikan keterangan kepada awak media usai konferensi pers di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Kamis (13/8/2020). (IDN Times/ Martin L Tobing)

Penyidik di Polresta Bandar Lampung sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Pandra menerangkan, surat sudah dikirim oleh Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Selasa (15/9/2020). 

Tersangka pun bakal dijerat pasal 340 jo 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan Berencana, dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup selama waktu tertentu atau 20 tahun.

Selanjutnya pasal 338 jo 53 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara dan subsider pasal 351 ayat 2 KUHP jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana paling lama 5 tahun.

Lalu pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam atau senjata penusuk yang dapat dikenai ancaman pidana paling lama 10 tahun. "Dijerat pasal berlapis agar tidak ada celah hukum lagi bagi pelaku ini lepas dari jeratan hukum," jelas Pandra.

Baca Juga: Alfin Andrian Tersangka Penusukan Syekh Ali Jaber Hanya Lulusan SD

2. Kejari Bandar Lampung sudah tunjuk Jaksa untuk menyidik kasus

Polisi Pastikan Penusuk Syekh Ali Jaber Tak Punya Gangguan JiwaAlfin Andrian (24) tersangka penusukan Syekh Ali Jaber saat diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Selasa (15/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing)

Kepala Seksi Intelijen dari Kejari Bandar Lampung, Erik Yudistira menerangkan, pihaknya sudah menerima SPDP bernomor SPDP/228/IX/2020/Reskrim atas perkara penusukan Syekh Ali Jaber. Pihaknya juga sudah menunjuk Jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan.

Pandra kembali menerangkan, penyidik Polresta Bandar Lampung mengirimkan SPDP ke Kejari Bandar Lampung bentuk mekanisme dalam proses penyidikan.

“Penyidik wajib memberikan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan). Jadi ini diberikan saksi pelapor dari hasil penyidikan," imbuhnya. 

3. Polda Lampung menyatakan kabar tersangka bebas adalah hoaks

Polisi Pastikan Penusuk Syekh Ali Jaber Tak Punya Gangguan JiwaFacebook/Iwans Yanah Khan

Sebuah narasi di media sosial (medsos) beredar jika tersangka penusukan Syekh Ali Jaber, yaitu Alfin Andrian (24), dibebaskan oleh pihak kepolisian. Kabar ini pun sempat mengundang kehebohan.

"Astaghfirullah pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah bebas bersyarat, merasa aneh," tulis keterangan foto yang diunggah akun Facebook Iwans Yanah Khan.

Namun Pandra menegaskan, informasi yang beredar di medsos itu adalah hoaks. Ia memastikan, tersangka masih berada di tahanan dan masih diperiksa oleh penyidik di Mapolresta Bandar Lampung.

"Tolong diluruskan bahwa yang beredar di sosmed itu hoaks. Kemungkinan foto tersebut diambil saat Alfin baru saja diamankan polisi,” ujarnya.

Baca Juga: Tersangka Penusukan Syekh Ali Jaber Bebas? Ini Kata Polisi

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya