Comscore Tracker

Menteri Nadiem Minta Anggaran Rp1,4 Triliun Pengganti UN Tahun Depan

Program Asesmen Kompetensi Minimum dibagi ke lima kegiatan

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, meminta anggaran sebesar Rp1,48 triliun untuk Program Kurikulum dan Asesmen Kompetensi Minimum.

Anggaran ini diajukan sebagai salah satu program prioritas Merdeka Belajar oleh Kemendikbud di tahun 2021 mendatang, salah satunya sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).

"Seperti yang Bapak/Ibu tahu, kita akan pindah tahun depan ke asesmen kompetensi dan survei karakter," kata Nadiem kepada anggota dewan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis (3/9/2020).

1. Anggaran untuk program ini dibagi ke lima kegiatan

Menteri Nadiem Minta Anggaran Rp1,4 Triliun Pengganti UN Tahun DepanMenteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR (Website/dpr.go.id)

Berdasarkan paparan yang disampaikan Menteri Nadiem, Program Kurikulum dan Asesmen Kompetensi Minimum akan dibagi ke dalam lima kegiatan. Total anggaran Rp1,49 triliun di program ini juga akan dibagi ke tiap kegiatan tersebut.

Bentuk kegiatan antara lain pelatihan dan pendampingan terkait kurikulum untuk Guru dan Tenaga Kependidikan sebesar Rp518,8 miliar, pengembangan kurikulum dan perbukuan Rp137,8 miliar, implementasi kurikulum pada satuan pendidikan dan daerah Rp346,9 miliar, Asesmen Kompetensi Minimum dan Akreditasi hingga Rp358,2 miliar, serta kegiatan pendampingan pemerintah daerah terkait AKM serta tindak lanjut hasil AKM yang mencapai Rp120,2 miliar.

Baca Juga: Nadiem Makarim Ungkap Tugas Mendikbud Jadi Tanggung Jawab Terberat

2. Nadiem menyadari tantangan dalam menjalankan asesmen

Menteri Nadiem Minta Anggaran Rp1,4 Triliun Pengganti UN Tahun DepanMenteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR (Website/dpr.go.id)

Perubahan dalam sistem pendidikan diyakini Menteri Nadiem tak akan mudah, apalagi menurutnya hal ini menjadi yang pertama dilakukan. Ia memprediksi bakal banyak sekali tantangan untuk asesmen yang baru.

Namun Nadiem meyakini dengan dukungan seluruh kepala dinas,tantangan nantinya pasti dapat dihadapi. "Tapi itu Sekali lagi bukan alasan untuk tidak melakukan perubahan terhadap assessment nasional kita," kata Nadiem.

3. UN akan digantikan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter

Menteri Nadiem Minta Anggaran Rp1,4 Triliun Pengganti UN Tahun DepanIlustrasi persiapan UN sekolah. ANTARA FOTO/Fauzan

Pada akhir 2019 lalu, Mendikbud mengumumkan UN akan dihapus per 2021, dan diganti dengan Asesmen kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Nadiem menjelaskan, kompetensi yang diukur benar-benar minimum yakni literasi dan numerasi. Literasi bukan mengukur kemampuan membaca, melainkan menganalisa suatu bacaan. Sedangkan numerasi fokus pada kemampuan menganalisis dan menggunakan angka.

"Jadi yang diukur bukan penguasaan konten, tapi kemampuan kompetensi dasar," kata Nadiem pada Rabu (11/12/2019).

Dalam penilaian itu juga dilakukan survei karakter, tujuannya mengetahui ekosistem sekolah. Selama ini, yang dimiliki hanya data kognitif tanpa mengetahui bagaimana pengamalan Pancasila diterapkan.

"Penilaian ini dilakukan di tengah jenjang, dengan harapan memberikan kesempatan pada guru untuk melakukan perbaikan. Ini sifatnya formatif berguna bagi sekolah dan juga siswa."

Nadiem menambahkan dalam merancang tes tersebut, Kemendikbud dibantu organisasi dalam dan luar negeri, agar setara dengan penilaian internasional namun penuh dengan kearifan lokal.

Baca Juga: Enam Bulan COVID-19, Apa yang Dilakukan Menteri Nadiem?

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya