Comscore Tracker

Mahasiswa Demo Istana Lagi Desak UU Cipta Kerja Dicabut Hari Ini

BEM SI sebut 6.000 orang akan bergabung dalam aksi ini

Jakarta, IDN Times - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar kembali aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jumat (16/10/2020). Massa masih menuntut pemerintah mencabut Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR dan sudah diserahkan kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

"Kami akan tetap fokuskan ke Istana Rakyat sesuai dengan tuntutan. Estimasi massa sejauh ini kurang lebih 6.000," kata Koordinator Media BEM SI Andi Khiyarullah saat dihubungi IDN Times, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga: BEM SI Minta Jokowi Keluarkan Perppu, KSP: Tidak Ada Urgensinya 

1. BEM SI akan turun aksi bersama elemen masyarakat lainnya, janji tidak akan anarkis

Mahasiswa Demo Istana Lagi Desak UU Cipta Kerja Dicabut Hari IniAliansi Bantul Bergerak demo cabut UU Omnibys Law di depan Gedung DPRD Bantul. IDN Times/Daruwaskita

Mahasiswa tak sendiri, karena elemena masyarakat lain turut bergabung dalam aksi unjuk rasa hari ini. "Elemen lain akan ikut turun juga," ujar Andi. Rencananya, unjuk rasa akan dimulai pukul 13.00 WIB.

"Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas dari semua tindakan anarkis, sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia," tulis BEM SI.

BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek-Banten akan kembali turun aksi untuk menyuarakan agar Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut dan kembali menyampaikan #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat.

Baca Juga: Pimpinan DPRD Sumsel Janji Kirim Mahasiswa Ke Jakarta 

2. Massa juga datang dari Sulawesi dan Kalimantan

Mahasiswa Demo Istana Lagi Desak UU Cipta Kerja Dicabut Hari IniPos Polisi dekat Patung Kuda, Jakarta, dibakar massa aksi unjuk rasa tolak omnibus law, Kamis (8/10/2020 (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Ribuan massa yang diperkirakan akan turun aksi tidak hanya berasal dari Pulau Jawa. "Sudah datang dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi," ujar Andi.

Dalam unggahan Instagram BEM SI (@bem_si), BEM SI mengimbau agar massa aksi yang turun ke jalan melakukan unjuk rasa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Kami telah mengimbau kepada setiap kampus untuk melengkapi protokol kesehatan dalam aksi ini," ujar Andi.

3. BEM SI punya empat tuntutan dalam aksi ini

Mahasiswa Demo Istana Lagi Desak UU Cipta Kerja Dicabut Hari IniPoster unik mahasiswa saat demo omnibus law di Langkat (IDN Times/Bambang Suhandoko)

BEM SI memiliki empat tuntutan dalam aksi kali ini. Pertama, BEM SI menuntut agar Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu guna mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sudah disahkan DPR.

Kedua, mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Ketiga, "mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi," tulis BEM SI.

Keempat, BEM SI mengajak mahasiswa seluruh Indonesia untuk terus bersatu menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja dicabut dan dibatalkan.

4. BEM SI menyebut pemerintah berusaha cuci otak rakyat

Mahasiswa Demo Istana Lagi Desak UU Cipta Kerja Dicabut Hari IniMahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjuk rasa dengan menggelar aksi teatrikal di depan Gedung DPRD Banten di Curug, Serang, Banten, Jumat (9/10/2020) (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

BEM SI menilai, pemerintah dengan segala cara berusaha mencuci otak rakyat dengan berbagai macam instrumen yang dimiliki, agar rakyat berhenti memperjuangkan penolakan UU Cipta Kerja.

"Misalnya saja melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), pemerintah mencoba mengintervensi gerakan mahasiswa dengan mengeluarkan surat nomor 1035/E/KM/2020 yang berisi tentang Imbauan Pembelajaran Secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja," ujar BEM SI.

"Belum lagi berbagai tindakan represif dari aparat kepolisian pada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja, serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja," demikian ditulis dalam keterangan BEM SI.

Baca Juga: Siapa Ciptakan Hoaks Omnibus Law? Ini Versi Kominfo, YLBHI dan BEM SI

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya