Comscore Tracker

Divonis KPPU Terkait Kartel Tiket, Lion Air Klaim Sudah Sesuai Aturan

Lion ialah satu dari tujuh maskapai yang divonis terlibat 

Jakarta, IDN Times - Lion Air Group menjadi satu dari tujuh maskapai yang divonis oleh Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), terkait praktek kartel tiket pesawat. Mereka dianggap bersalah karena melakukan pelanggaran Pasal 5 dan Pasal 11 UU Nomor 5 Tahun 1999. 

Aturan itu terkait jasa angkutan udara niaga berjadwal penumpang kelas ekonomi, dalam negeri yang melibatkan tujuh maskapai udara nasional. Ketujuh maskapai itu adalah PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, PT Sriwijaya Air, PT NAM Air, PT Batik Air, PT Lion Mentari, dan PT Wings Abadi.

Menanggapi hal itu, Lion Air Group menyatakan tetap menjual harga tiket pesawat udara sesuai aturan regulator yang berlaku, yakni Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) nomor 106 tahun 2019. Dalam penentuan harga jual tiket pesawat udara kelas ekonomi dalam negeri, Lion Air Group mengaku tidak pernah bekerja sama atau menentukan dengan pihak lain (di luar perusahaan).

"Formulasi penghitungan yang digunakan adalah wajar, dan sesuai keterjangkauan kemampuan calon penumpang membayar berdasarkan kategori layanan maskapai," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).

1. Lion Air sebut harga tiket yang dijual sesuai batasan tarif atas dan bawah

Divonis KPPU Terkait Kartel Tiket, Lion Air Klaim Sudah Sesuai AturanDok.IDN Times/Istimewa

Menurut Danang, Lion Air Group menerapkan harga jual tiket pesawat udara penumpang berada antara tarif batas atas dan tarif batas bawah (sesuai koridor ketentuan), serta memberlakukan pada rute-rute domestik lainnya.

"Untuk harga jual tiket pesawat udara saat ini merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga jual tiket pesawat," katanya.

Baca Juga: 7 Maskapai Divonis KPPU Bersalah Soal Perkara Kartel Tiket

2. Beberapa komponen harga jual tiket one way

Divonis KPPU Terkait Kartel Tiket, Lion Air Klaim Sudah Sesuai AturanDok.IDN Times/Istimewa

Komponen harga jual tiket pesawat udara sekali jalan (one way) untuk penerbangan langsung (non-stop), terdiri dari beberapa hal. Seperti tarif angkutan udara (fluktuasi dalam koridor tarif batas atas dan tarif batas bawah), dan pajak (government tax) 10 persen dari tarif angkutan udara.

"Kemudian ada iuran wajib asuransi yang disingkat IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja), Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax yang besarannya berbeda-beda mengikuti bandar udara di masing-masing kota, dan biaya tuslah atau tambahan jika ada (surcharge)," jelas Danang.

3. KPPU vonis bersalah tujuh maskapai dalam

Divonis KPPU Terkait Kartel Tiket, Lion Air Klaim Sudah Sesuai AturanIlustrasi Pramugrari Lion Air (IDN Times/Sunariyah)

Sebelumnya, KPPU menyatakan tujuh maskapai terbukti bersalah dalam perkara kartel tiket kelas ekonomi di dalam negeri pada Selasa (23/6). 

"KPPU memutuskan bahwa seluruh terlapor secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran atas pasal 5 dalam jasa angkutan udara tersebut," demikian keterangan tertulis dari KPPU pada Rabu (24/6) yang merujuk ke putusan perkara nomor 15/KPPU-/2019. 

Dalam pasal 5 UU nomor 5 tahun 1999 tentang Jasa Angkutan Udara Niaga yang dimaksud PKPU, berisi pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga.

Baca Juga: 7 Maskapai Terbukti Kartel Tiket, Kemenhub: Tarif Sudah Dievaluasi

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya