Comscore Tracker

Hampir 2 Pekan Pencarian Sriwijaya Air, 324 Kantong Jenazah Ditemukan

Sudah 43 korban #SJ182 teridentifikasi oleh DVI Mabes Polri 

Jakarta, IDN Times - Hampir dua pekan sejak kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182, Sabtu (9/1/2021), Badan SAR Nasional atau Basarnas telah mengumpulkan 324 kantong jenazah.

“Untuk update terbaru dari data yang terakhir adalah bagian tubuh atau body part 324, kemudian serpihan kecil 67, kemudian potongan besar pesawat 55. Itu update terbaru dari data temuan sampai saat ini memasuki hari ke-13,” kata Direktur Operasi Basarnas, Marsekal Pertama Rasman MS di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: Basarnas Cek Lokasi Tanda SOS di Pulau Laki, Begini Hasilnya

1. Operasi pencarian di hari ke-13 ditiadakan karena cuaca buruk

Hampir 2 Pekan Pencarian Sriwijaya Air, 324 Kantong Jenazah DitemukanPenemuan bagian bodi Pesawat Sriwijaya Air SJY182 pada Selasa (12/1/2021) (IDN Times/Aldila Muharma)

Rasman menjelaskan, kondisi cuaca buruk membuat operasi SAR pada hari ke-13 ditiadakan. Arus bawah laut yang deras disertai hujan deras menyulitkan penyelam mencari korban dan puing pesawat.

“Rekan-rekan kita yang ada di lapangan sementara masih tidak ada yang turun. Begitu juga dengan kapal-kapal kita berlindung di tempat yang aman,” ujar dia.

Baca Juga: KNKT Pastikan Sriwijaya Air SJ 182 Tak Meledak Sebelum Menghantam Air

2. DVI Polri berhasil mengidentifikasi 43 korban Sriwijaya Air SJY 182

Hampir 2 Pekan Pencarian Sriwijaya Air, 324 Kantong Jenazah DitemukanKeluarga penumpang Sriwijaya Air SJY182 mulai mendatangi Posko Ante Mortem Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1/2020) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri sudah mengidentifikasi 43 korban. Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan sampel DNA dengan keluarga korban.

Dari 43 korban yang berhasil diidentifikasi, tim DVI Polri sudah menyerahkan 27 jenazah korban kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Baca Juga: Keluarga Indah Halimah Berharap Semua Korban Segera Teridentifikasi

3. Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021

Hampir 2 Pekan Pencarian Sriwijaya Air, 324 Kantong Jenazah DitemukanInfografis Pesawat Sriwijaya Air (SJY 182) yang Jatuh pada Sabtu, 9 Januari 2021 (IDN Times/Arief Rahmat)H

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak, Sabtu (9/1/2/2021) sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat diduga jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. 

Pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut mengangkut 62 orang, terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, serta 12 kru pesawat.

Berikut kronologi menurut Kementerian Perhubungan, bersama dengan stakeholder terkait seperti Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Angkasa Pura II, Airnav Indonesia, Sriwijaya Air, TNI, dan Polri:

• Pesawat Sriwijaya SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.

• Pada pukul 14.37 WIB melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

• Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

• Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

Bagi keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan SJY 182, bisa menghubungi hotline Sriwijaya Air di nomor 021 806 37817. Ada juga posko di Terminal 2D kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta juga membuka saluran khusus insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dan layanan psikologi bagi keluarga korban, dengan nomor hotline 0812 3503 9292.

Baca Juga: Heboh, Tanda SOS di Pulau Laki Dekat Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya