Comscore Tracker

Kisah Etty Lolos Hukum Pancung di Arab Saudi, Sempat 18 Tahun Penjara

Etty dibebaskan dengan uang tebusan Rp15,5 miliar

Jakarta, IDN Times - Kisah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Etty Toyib, perempuan yang lolos dari hukuman pancung di Arab Saudi menyita perhatian publik baru-baru ini. Ia selamat dari hukuman mati, meski didakwa oleh pengadilan setempat pada 2001 lalu karena membunuh majikannya Faisal al-Ghamdi.

Sebelum menghirup udara bebas dan kembali ke Tanah Air, namun Etty sempat menghabiskan waktu di penjara selama 18 tahun. Ia tidak henti-hentinya bersyukur bisa lolos dari hukuman pancung. Berikut beberapa fakta perjalanan panjang kasus Etty dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: TKI Etty Bebas dari Vonis Mati di Saudi Usai Bayar Ganti Rugi Rp15,5 M

1. Etty didakwa bunuh majikannya dan divonis hukuman mati

Kisah Etty Lolos Hukum Pancung di Arab Saudi, Sempat 18 Tahun Penjara(Menaker Ida Fauziyah menyambut Etty di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta) www.twitter.com/@idafauziyah

Perempuan asal Majalengka, Jawa Barat ini, didakwa jadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal Al-Ghamdi dengan tuduhan meracuni pada 2001. Etty bekerja dengan majikannya baru 1 tahun 2 bulan ketika itu.

Dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati kisas dan pengadilan memenuhi tuntutan tersebut. Hukuman mati kisas berdasarkan Putusan Pengadilan Umum Thaif No. 75/17/8 Tanggal 22/04/1424H (23/06/2003M) yang telah disahkan Mahkamah Banding dengan Nomor 307/Kho/2/1 Tanggal 17/07/1428 dan telah disetujui Mahkamah Agung dengan Nomor 1938/4 Tanggal 2/12/1429 H.

Baca Juga: TKI Etty Bebas dari Vonis Mati di Saudi Usai Bayar Ganti Rugi Rp15,5 M

2. Ahli waris bersikukuh minta Etty dihukum pancung

Kisah Etty Lolos Hukum Pancung di Arab Saudi, Sempat 18 Tahun Penjara(TKI Etty binti Thoyib tiba di Tanah Air) ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Kasus Etty berlangsung alot. Mulanya, ahli waris majikan meminta diyat atau ganti kerugian sebesar 30 juta Riyal atau Rp120 miliar, jika Etty ingin bebas dari eksekusi hukuman mati.

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menceritakan, keluarga majikan bersikukuh meminta Etty tetap dihukum pancung pada 2002 lalu. Akhirnya setelah melakukan berbagai upaya, keluarga bersedia mengubah dari kisas hukuman mati menjadi pembayaran uang diyat atau ganti rugi. 

"Waktu itu di tahun 2017, (uang diyat) yang diminta sempat 30 juta Riyal. Sekitar Rp120 miliar. Tapi, kemudian mereka bersedia kembali menurunkan menjadi 4 juta Riyal atau Rp15,5 miliar," kata Agus kepada IDN Times pada Selasa, 7 Juli 2020.

3. Dana pembebasan sebesar Rp15,5 milliar dikumpulkan sejak 2018

Kisah Etty Lolos Hukum Pancung di Arab Saudi, Sempat 18 Tahun PenjaraDok.Pribadi

Etty bebas setelah dana pembayaran untuknya terkumpul. Uang tebusan untuk Etty sebesar Rp15,5 miliar berasal dari hasil tabarru atau sumbangan para dermawan dari seluruh Indonesia, termasuk dari Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sejak 2018.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah menjemput kepulangan Etty. Ia bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung, sehingga akhirnya Etty bisa pulang ke Indonesia.

"Saya sebagai pemerintah ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan, partisipasi masyarakat, terutama dari keluarga besar NU melalui LAZISNU,” kata Ida.

4. Etty habiskan 18 tahun di balik jeruji besi dengan menghafal Al Quran

Kisah Etty Lolos Hukum Pancung di Arab Saudi, Sempat 18 Tahun Penjara(Menaker Ida Fauziyah menyambut kedatangan TKI Etty binti Toyib) www.twitter.com/@idafauziyah

Selama 18 tahun di penjara, Etty lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia rajin mengikuti Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) hingga mampu menghapal Al Quran.

Bukan sekadar menghafal, Etty juga rajin mengikuti Musabaqoh Al Quran di dalam lapas, serta sering mengikuti kompetisi.

Baca Juga: TKI Etty Toyib Bebas, Ridwan Kamil: Diyat Rp15 M Tak Sebanding Nyawa

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya