Comscore Tracker

Skenario Normal Baru, 18 Juta Anak di Pesantren Terancam COVID-19 

#NormalBaru #NewNormal belum siap diterapkan di pesantren

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, mendorong pemerintah agar menunda skenario new normal atau normal baru di Pondok Pesantren. Apalagi kebijakan normal baru mengharuskan kegiatan tatap muka di tengah belum ada gejala penurunan positif COVID-19.

Susanto menyebut sebanyak 18 juta anak di pesantren bakal terancam keselamatannya jika normal baru tetap diterapkan. "Ini tentu saja merupakan jumlah yang sangat besar dan memerlukan perhatian khusus," ujar dia dalam siaran tertulis, Minggu (31/5).

1. Pemerintah Indonesia diminta belajar dari negara lain

Skenario Normal Baru, 18 Juta Anak di Pesantren Terancam COVID-19 (Ilustrasi santri tengah melakukan tadarus di Masjid Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah) ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Susanto meminta pemerintah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa menerapkan normal baru untuk Pondok Pesantren, yang membuat proses pembelajaran tatap muka seperti sebelumnya.

"Pemerintah perlu belajar dari negara-negara lain yang sudah melakukan normal baru di dunia pendidikan, tapi masih menemui persoalan ancaman penularan virus corona jenis baru karena belum siap dan memenuhi standar aman bagi anak," imbuhnya.

Baca Juga: Siswa di Palembang Masuk 15 Juni, Sekolah Terapkan Sistem Ganjil-Genap

2. Sarana dan prasarana di pesantren masih terbatas

Skenario Normal Baru, 18 Juta Anak di Pesantren Terancam COVID-19 pondok pesantren temboro (Instagram.com/alfatah_temboro_id)

Pemerintah juga perlu mempertimbangkan banyak hal, di antaranya jumlah penurunan signifikan kasus COVID-19, kesiapan SDM, sarana dan prasarana pendukung, agar memenuhi standar protokol kesehatan saat normal baru dijalankan.

"Sampai saat ini masih banyak pesantren yang memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan, termasuk fasilitas dan sarana-prasarana yang aman dan sehat bagi anak, serta sesuai dengan standar protokol kesehatan COVID-19," kata dia.

3. KPAI minta Kemenag siapkan pemetaan pembelajaran pesantren

Skenario Normal Baru, 18 Juta Anak di Pesantren Terancam COVID-19 KPAI (IDN Times/Ileny Rizky Dwiantari)

Susanto meminta Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk memetakan kondisi dan kesiapan pesantren, dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka dengan standar kesehatan sesuai protokol kesehatan COVID-19.

"Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama agar pembukaan belajar tatap muka tidak menghadirkan masalah baru," katanya.

4. Organisasi Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) menunggu protokol kesehatan

Skenario Normal Baru, 18 Juta Anak di Pesantren Terancam COVID-19 [Ilustrasi] Kegiatan para santri Pesantren Ar Raudhatul Hasanah saat Ramadan 2019 lalu (IDN Times/Prayugo Utomo)

Organisasi Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) masih menunggu detail apa saja bentuk protokol kesehatan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah, menyusul kebijakan normal baru sebelum menjalankan aktivitas belajar mengajar.

"Ini kan pemerintah yang punya wewenang, kami pesantren sifatnya menunggu," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat IPI KH Zaini Ahmad.

Baca Juga: 800 Anak Positif COVID-19, Sekolah Berpotensi Besar Jadi Klaster Baru

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya