Comscore Tracker

Kemendikbud Minta Orangtua Tetap Penuhi Kewajiban Bayar SPP Sekolah 

Orangtua bisa minta dibebaskan SPP jika sekolah diam saja

Jakarta, IDN Times - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud, Hamid Muhammad, meminta orangtua siswa tetap memenuhi kewajibannya membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Menurut Hamid, orangtua tidak bisa lepas dari tanggung jawab membayar SPP meski sekolah tidak dibuka untuk kegiatan belajar mengajar. Bagi pemerintah, siswa telah mendapat haknya meski berada di rumah saat pandemik COVID-19. 

"Kalau sepanjang gurunya aktif melakukan pembelajaran jarak jauh, ya tetap harus bayar, kecuali kalau sekolah tidak melakukan apa-apa," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Senin, (8/6).

1. Pembayaran SPP menjadi kewajiban jika siswa mendapat pembelajaran

Kemendikbud Minta Orangtua Tetap Penuhi Kewajiban Bayar SPP Sekolah IDN Times/Wira Sanjiwani

Hamid mempersilakan wali murid menghubungi sekolah, dan meminta agar dibebaskan biaya sekolah selama pandemik jika sekolah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran, maupun tidak dibimbing oleh pihak sekolah.

"Kalau masih ada pembelajaran lewat handphone, Google, atau apa pun, ya kewajiban orangtua tetap dilakukan," imbuhnya.

Baca Juga: Ibu-ibu di Palembang Soal Belajar Online, Susah Fokus di Depan TV

2. Beberapa wali murid keberatan harus membayar SPP saat PJJ

Kemendikbud Minta Orangtua Tetap Penuhi Kewajiban Bayar SPP Sekolah Ilustrasi siswa SMA. (IDN Times/Wildan Ibnu)

Sudah hampir tiga bulan sejak pandemik COVID-19, siswa harus menjalani Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ. Namun pihak sekolah masih memungut SPP penuh kepada orangtua. Putri Saraswati misalnya. Seorang wali murid ini mengeluh harus membayar penuh SPP selama tiga bulan, meski anaknya belajar dari rumah.

"Seharusnya ada keringanan atau pemotongan dari sekolah selama belajar di rumah, soalnya anak-anak di rumah yang mengajari saya juga, karena guru cuma kasih tugas," ungkapnya pada IDN Times.

3. Belajar dari rumah bikin pengeluaran membengkak

Kemendikbud Minta Orangtua Tetap Penuhi Kewajiban Bayar SPP Sekolah Para siswa SMPN 2 Nglames, Kabupaten Madiun sedang membersihkan kelas yang terdampak banjir. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Putri menceritakan, anaknya yang duduk di bangku SMP harus membayar SPP penuh sebesar Rp500 ribu per bulan selama tiga bulan terakhir. Begitu juga anak keduanya yang duduk di kelas 3 SD, diharuskan membayar SPP sebesar Rp250 ribu per bulan.

"Pengeluaran juga bertambah tidak hanya SPP, anak-anak juga butuh kuota internet sebulan bisa Rp200 ribu, ditambah lagi tagihan listrik juga naik," terangnya.

Baca Juga: Orangtua Siswa di Palembang Protes Diminta Iuran Perpisahan Rp350 Ribu

4. KPAI terima pengaduan soal SPP

Kemendikbud Minta Orangtua Tetap Penuhi Kewajiban Bayar SPP Sekolah KPAI (IDN Times/Ileny Rizky Dwiantari)

Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti menerangkan, pihanya sudah menerima lima pengaduan terkait SPP. Retno menceritakan, orangtua siswa terdampak pandemik COVID-19 secara ekonomi sehingga banyak yang kesulitan membayar SPP.

"Sebagian sekolah swasta meringankan bayaran SPP dengan mengurangi sebelum pandemik. Namun sebagian sekolah lagi bergeming tidak menurunkan SPP," ujarnya.

Baca Juga: Jeritan Ibu-Ibu Bayar SPP Penuh Meski Belajar di Rumah Selama Pandemik

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya