Comscore Tracker

Febri Diansyah ke KPK: Mendengarkan Suara Publik Jauh Lebih Penting

Menjawab harapan publik harus dengan kinerja

Jakarta, IDN Times - Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah, mendorong lembaga antirasuah itu membuktikan jika mereka ada untuk publik.

"Kenapa ini penting? Karena banyak respon di medsos, banyak pertanyaan 'KPK emang masih ada'? Nah, harus dibuktikan sebaiknya bahwa KPK itu ada dalam artian bermanfaat bagi masyarakat banyak, menjawab harapan masyarakat," kata Febri saat diwawancarai khusus (wansus) IDN Times, Rabu (30/9/2020).

1. KPK harus menunjukkan kerja yang substantif

Febri Diansyah ke KPK: Mendengarkan Suara Publik Jauh Lebih Penting(Febri Diansyah mengakhiri masa kerjanya menjadi jubir KPK) ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat

Febri menjelaskan, harapan masyarakat bisa dilihat di sjeumlah media massa, medsos, maupun pendapat tokoh bangsa. Harapan dan pendapat itu bisa menjadi cerminan bagi KPK berkaca atas kinerjanya selama ini.

"Sekarang misalnya, banyak yang bertanya tentang Harun Masiku, bertanya tentang penuntasan kasus pasca-OTT KPU misalnya. Tentu hal itu menjadi kewajiban kita di KPK agar bisa menyelesaikan itu. Hal itu yang perlu dijawab dengan betul-betul menunjukkan kerja yang substantif," katanya.

Febri melanjutkan, KPK merupakan lembaga milik publik. Ia menilai, bekerja di KPK tidak sekadar apa yang dipikir benar dari dalam, melainkan juga mendengar apa keinginan dari masyarakat.

"Orang-orang di dalam KPK harus punya visi ya, tapi mendengarkan publik itu jauh lebih penting agar KPK betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia. Bukan claim saja, bukan seremonial saja, buka gimmick saja misalnya. Kerja substantif, lah, yang dibutuhkan," ucap Febri.

Baca Juga: 5 Hal Mengenai Febri Diansyah yang Baru Saja Mundur dari KPK

2. Menjawab harapan publik harus dengan kinerja

Febri Diansyah ke KPK: Mendengarkan Suara Publik Jauh Lebih Penting(Eks juru bicara dan kini Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah) IDN Times/Arief Rahmat

Febri meyakini, KPK adalah lembaga yang diharapkan publik. Dia berharap, siapa pun yang berada di KPK, harus menjaganya dan bekerja sebaik-baiknya.

"Bukan bekerja sendiri saja, tapi menjawab harapan publik. Dan cara menjawab harapan publik adalah dengan kinerja," ujarnya.

Dia menambahkan, kinerja hanya bisa didapatkan jika KPK bersikap independen. Kemudian, syarat paling utama jika ingin pemberantasan korupsi berhasil, yaitu komitmen politik yang utuh untuk pemberantasan korupsi.

"Kenapa saya bilang utuh? Karena tidak cukup hanya dengan pidato, tidak cukup hanya dengan mengatakan saya berkomitmen mendukung KPK, tetapi secara utuh dengan bentuk-bentuk konkret lainnya," tuturnya.

3. Febri Diansyah mundur dari KPK

Febri Diansyah ke KPK: Mendengarkan Suara Publik Jauh Lebih PentingKepala Biro Hubungan Masyarakat, Febri Diansyah, Kamis (24/9/2020) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Febri memutuskan mundur sebagai Jubir di KPK pada Jumat (18/2020). Sebelum bergabung dengan KPK, Febri pernah menjadi aktivis di Indonesia Corruption Watch (ICW). Namun ditunjuk menjadi Jubir pada 6 Desember 2016. Pada tahun 2018, diterbitkan Peraturan KPK nomor 3 tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja KPK.

Dalam aturan itu dijelaskan pembeda antara tugas Jubir KPK dengan Kepala Biro (Kabiro) Humas. KPK lantas menunjuk dua Plt. Jubir untuk menggantikan Febri pada 27 Desember 2019. Sejak saat itu, Febri menjabat sebagai Kabiro Humas KPK dan akhirnya mengundurkan diri.

Baca Juga: Mundur dari KPK, Febri Diansyah Akan Kerja di BUMN atau Masuk Politik?

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya