Comscore Tracker

Mabes Polri Minta Jajaran di Bawahnya Tak Responsif Tanggapi Humor

Warga Maluku Utara dipanggil polisi karena candaan Gus Dur

Jakarta, IDN Times - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono, meminta Polres Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara, tidak menunjukkan reaksi berlebihan terhadap candaan di media sosial (medsos).

Pernyataan ini diungkapkan Awi untuk menanggapi dugaan pencemaran nama baik terhadap institusi Polri melalui Facebook, oleh warga Maluku Utara bernama Ismail Ahmad.

"Saya sampaikan ke Polda Malut, terutama Polres Kepulauan Sula, coba jangan terlalu reaktif dalam menyikapi sesuatu. Jangan mencederai sesuatu yang hanya candaan saja, langsung ditanggapi dengan serius," jelas Awi dikutip dari Antara, Jumat (19/6).

1. Candaan tidak dimaksudkan menghina Polri atau pihak lain

Mabes Polri Minta Jajaran di Bawahnya Tak Responsif Tanggapi HumorWarga Maluku Utara Sempat Ditangkap atas guyonan Gus Dur (Dok. Istimewa)

Awi menjelaskan, pihaknya sudah mengonfirmasi hal tersebut kepada Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikun, terkait pemanggilan Ismail. Hasilnya, tak ada maksud menghina institusi Polri atau pihak lain.

"Yang terjadi memang ada anggota Polres Kepsul yang lihat di FB (Facebook), ada seseorang mengunggah terkait dengan candaannya Gus Dur. Dari hasil wawancara, dia (terlapor) tidak bermaksud menghina institusi atau siapa pun terkait dengan candaan itu," jelasnya.

Baca Juga: Pengunggah Guyonan Gus Dur Dipanggil Polisi, JPW: Tito Pernah Mengutip

2. Ismail tidak akan menjalani proses hukum

Mabes Polri Minta Jajaran di Bawahnya Tak Responsif Tanggapi HumorKepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono (Dok. Humas Polri)

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono saat dikonfirmasi terpisah menegaskan, Ismail tidak akan menjalani proses hukum. "Tidak ada BAP (berita acara pemeriksaan), tidak ada kasus," katanya.

Menurut Argo, Polda Maluku Utara sudah menegur anggota Polres Sula. Polda Maluku Utara juga telah meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus agar lebih teliti mengamati informasi yang beredar di masyarakat, terutama di medsos.

"Penafsiran anggota reserse ini seolah-olah ada sesuatu antara dia (Ismail) dan institusi kemudian dipanggil dan diklarifikasi," ucapnya.

3. Ismail mengunggah guyonan klasik Gus Dur lewat Facebook

Mabes Polri Minta Jajaran di Bawahnya Tak Responsif Tanggapi HumorInstagram @presidenindonesia.co.id

Diberitakan sebelumnya, Ismail dibawa ke Polres Kepsul pada Jumat 12 Juni 2020, lantaran diduga mencemarkan nama baik institusi Polri melalui Facebook. Padahal, ia hanya mengunggah guyonan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang berbunyi, 'Ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng'.

Polres Kepulauan Sula (Kepsul) pun telah menghentikan penyelidikan kasus tersebut, karena Ismail telah meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers di Polres Kepsul.

Baca Juga: Kisah Teladan Jendral Hoegeng, Polisi Jujur yang Disanjung Gus Dur

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya