Comscore Tracker

Jaksa Penuntut Penyerang Novel Meninggal, Terungkap Positif COVID-19

Fedrik meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro

Jakarta, IDN Times - Fedrik Adhar Syarippuddin, satu di antara penuntut terdakwa penyerang Novel Baswedan, dikabarkan telah meninggal dunia. Menurut Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengatakan, Fedrik meninggal akibat virus corona atau COVID-19. Hanya saja Burhanuddin belum mengetahui kapan dan di mana Fedrik akan dimakamkan.

"Benar (Fedrik meninggal karena COVID-19). Belum tahu (kapan dan di mana akan dimakamkan), hubungi Kajati DKI saja. Saya juga baru dapat info dari Kajati DKI via telepon," katanya kepada IDN Times, Senin (17/8/2020).

1. Fedrik juga menderita komplikasi gula

Jaksa Penuntut Penyerang Novel Meninggal, Terungkap Positif COVID-19JPU dalam kasus Novel Baswedan, Fedrik Adhar Syaripuddin (Instagram.com/@fedrik_adhar)

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kasipenkum Kajati) DKI Jakarta, Nirwan Nawawi, juga membenarkan Fedrik meninggal karena COVID-19.

"Iya benar (meninggal karena COVID-19) siang ini di RSPI," ucap dia.

Sedangkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) dari Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menambahkan, Fedrik meninggal dunia pada hari ini di Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, pada pukul 11.00 WIB.

"Info sakitnya komplikasi penyakit gula," kata Hari.

Baca Juga: Mengenal Fedrik Jaksa Penuntut Penyerang Novel, Awali Karier di Sumsel

2. Karier Fedrik di Kejaksaan

Jaksa Penuntut Penyerang Novel Meninggal, Terungkap Positif COVID-19JPU dalam kasus Novel Baswedan, Fedrik Adhar Syaripuddin (Instagram.com/@fedrik_adhar)

Fedrik sempat menjadi sorotan karena membacakan surat tuntutan untuk dua terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir. Mereka disebut tak sengaja menyiram air keras ke wajah Novel Baswedan. Dua tedakwa itu hanya dituntut satu tahun penjara.

Pada persidangan yang telah bergulir sejak 19 Maret 2020, ada tiga jaksa yang mengawal kasus tersebut. Mereka adalah Ahmad Patoni, Satria Irawan, dan Fedrik Adhar Syarippuddin.

Fedrik memulai kariernya dengan bertugas di Kejaksaan Negeri Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel_. Berdasarkan dokumen yang ditemukan di dunia maya dengan judul "Daftar Peserta Seleksi Calon Peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa Kejaksaan RI Tahun Anggaran 2013 yang dinyatakan lulus tahap I", diketahui Fedrik adalah PNS Golongan III A dan bertugas sebagai penyiap bahan administrasi penanganan perkara pada Kejari Palembang.

Namun terakhir ia menjadi jaksa dengan pangkat pratama/madya wira/penata dengan golongan III C. Pada situs resmi Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Fedrik tercatat bertugas sebagai Kepala Sub Seksi Penuntutan.

3. Salah satu tim penuntutan dalam kasus penistaan yang menjerat Ahok

Jaksa Penuntut Penyerang Novel Meninggal, Terungkap Positif COVID-19Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (ANTARA/Tatan Syuflana)

Fedrik juga diketahui pernah bergabung menjadi tim penuntutan terdakwa mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja "Ahok" Purnama, dalam kasus penistaan agama pada 2017. Ia bertugas bersama 12 jaksa lainnya yang dipimpin Ali Mukartono.

Jaksa Agung ketika itu, HM Prasetyo mengatakan, sebanyak 13 jaksa yang ditunjuk dianggap telah berpengalaman dan memiliki jam terbang. Dari hasil persidangan itu, Ahok dinyatakan bersalah telah menista agama Islam.

Oleh tim jaksa, Ahok dituntut hukuman satu tahun bui dan percobaan dua tahun. Pada sidang vonis yang digelar pada 9 Mei 2017, ia divonis dua tahun penjara. Bahkan ketika itu, majelis hakim langsung memerintahkan agar Ahok segera ditahan.

4. Pernah mengkritik OTT KPK terhadap eks Bupati Subang

Jaksa Penuntut Penyerang Novel Meninggal, Terungkap Positif COVID-19JPU dalam kasus Novel Baswedan, Fedrik Adhar Syaripuddin (Instagram.com/@fedrik_adhar)

Fedrik juga pernah mengkritik Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap Bupati Subang Ojang Suhandi. Selain menetapkan Ojang sebagai tersangka, dua jaksa juga ikut terseret yaitu Deviyanti Rochaeni dan Jaksa Fahri Nurmallo.

Fedrik menyebut OTT yang dilakukan komisi antirasuah hanya pencitraan semata. Ia mengajak warganet melawan lembaga antirasuah tersebut. Fedrik juga mencibir hasil OTT yang dilakukan KPK, karena hanya mengungkap perkara dengan nominal kerugian negara kecil.

"Ke mana Century, BLBI, hambalang e ktp, yang ratusan trilun, ngapain OTT kecil-kecil. Kalo jendral bilang lawan, kita suarakan lebih keras perlawanan dan rapatkan barisan. #kamiberduka #safeJaksa #tolakkriminalisasi#OTTuntukPencitraan KPK #PitaHitam#VIVAAdhyaksa,” tulis Fedrik pada 2016.

Namun status langsung dihapus dari akun Facebook miliknya. Kepala Seksi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma pada 2016 menyebutkan, apa yang dilakukan Fedrik hanya menyuarakan pendapat pribadi. Apapun yang ia lakukan, kata Hotma, tidak ada sangkut pautnya dengan institusi kejaksaan.

"Meski dia jaksa, tidak ada hubungannya dengan institusi. Dari Kejari Muara Enim juga tidak ada laporan mengenai hal itu," kata Hotma, ketika itu.

5. Disorot karena menuntut ringan terdakwa kasus narkoba

Jaksa Penuntut Penyerang Novel Meninggal, Terungkap Positif COVID-19JPU dalam kasus Novel Baswedan, Fedrik Adhar Syaripuddin (Instagram.com/@fedrik_adhar)

Fedrik juga sempat disorot karena menuntut ringan terdakwa Gunarko dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu, dengan berat bruto 4,60 gram, alat hisap sabu, korek, dan ponsel. Ia hanya dituntut satu tahun dan enam bulan penjara. Jaksa menuntut Gunarko dengan Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurut Fedrik, tuntutan dijatuhkan berdasarkan hasil assessment (penilaian) yang diterima Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) dan Natura Addiction Center.

"Pertimbangannya kenapa Pasal 127 karena memang sudah penyalahgunaan narkoba. Ada hasil assessment juga dari BNK dan Natura Addiction Center," tutur Fedrik pada 2018 lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Tuntutan ringan Fedrik bagi terdakwa Gunarko menimbulkan kecemburuan bagi terdakwa lainnya. Terdakwa bernama Bowo yang memiliki narkoba jenis sabu seberat 0,28 gram dituntut lebih berat yakni 4,5 tahun bui.

Baca Juga: Fedrik Adhar, Jaksa Kasus Penyerangan Novel Baswedan Meninggal Dunia

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya