Comscore Tracker

[BREAKING] Kronologi dan 17 Nama yang Ditangkap KPK dari Kasus Lobster

Edhy Prabowo telah ditetapkan menjadi tersangka

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang yang terkait kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Satu di antara 17 orang yang ditangkap adalah Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. 

Menurut Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, mereka ditangkap pada Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 00.30 WIB, salah satunya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"(Penangkapan) di beberapa tempat, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi," ucap Nawawi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Sebanyak 17 orang yang ditangkap adalah Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi yang juga istri Edhy, Safri selaku Stafsus Menteri KKP, Zaini selaku Dirjen Tangkap Ikan KKP, Yudha selaku Ajudan Menteri KKP, Yeni Protokoler KKP, Desri Humas KKP, Selamet selaku Dirjen Budi Daya KKP, dan Suharjito selaku Direktur PT DPP.

KPK juga menangkap Siswadi sebagai Pengurus PT ACK, Dipo selaku Pengendali PT PLI, Deden Deni sebagai Pengendali PT ACK, Nety istri dari Siswadi, Chusni Mubarok selaku staf Menteri KKP, Ainul Faqih sebagai staf istri Menteri KKP, Syaihul Anam selaku Staf Menteri KKP, dan terakhir Mulyanto sebagai staf PT Gardatama Security.

"Pada tanggal 21 November 2020 sampai 23 November 2020, KPK menerima informasi adanya transaksi pada rekening bank, yang diduga sebagai penampung dana dari beberapa pihak, yang sedang dipergunakan bagi kepentingan penyelenggara negara untuk pembelian sejumlah barang mewah di luar wilayah Indonesia," ungkap Nawawi.

Setelahnya pada Selasa, 24 November 2020, KPK bergerak dan dibagi menjadi beberapa tim di area Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

"Para pihak tersebut selanjutnya diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil tangkap tangan, ditemukan ATM BNI atas nama AF, Tas LV, Tas Hermes, Baju Old Navy, Jam Rolex, Jam Jacob n Co, Tas Koper Tumi, dan Tas Koper LV," beber Nawawi.

Namun dari 17 orang itu, KPK hanya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Yakni Edhy Prabowo, Safri, APM, Siswadi, Ainul Faqih, dan AM sebagai pihak penerima. Sedangkan Suharjito selaku pihak pemberi.

"Dua orang tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK mengimbau kepada dua tersangka yaitu APM dan AM agar segera menyerahkan diri ke KPK," jelas Nawawi, seraya menyebut para tersangka saat ini ditahan di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih hingga 14 Desember 2020.

Baca Juga: Kiprah Edhy Prabowo, Anak Kampung Tanjung Enim Kepercayaan Prabowo

Baca Juga: [BREAKING] KPK Sita Jam Rolex dan Tas Hermes di Kasus Edhy Prabowo

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya