Comscore Tracker

Rilis Pasar Digital, BUMN Dilarang Ikut Proyek di Bawah Rp14 Miliar

Erick juga mendorong perusahaan BUMN belanja produk lokal

Jakarta, IDN Times - Program Pasar Digital (PaDi) untuk UMKM secara resmi diluncurkan. Program ini pun diusung oleh Kementerian BUMN, Bela Pengadaan dari LKPP, dan Laman UKM dari Kemenkop UKM.

Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir, PaDi baru merupakan piloting project terbatas pada sembilan BUMN seperti Telkom, Pertamina, Pupuk Indonesia, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, BRI, Pegadaian, dan PNM.

“Saya ingin dimulai dulu dengan sembilan BUMN ini dan kita lihat 2-3 bulan ke depan. Kita lakukan evaluasi dan jika hasilnya baik, akan kita perluas implementasinya pada BUMN lain, karena saya ingin semua dimulai secara baik,” katanya dalam konferensi pers secara daring, Senin (17/8/2020).

1. Proses transkasi PaDi dapat dilakukan melalui virtual account bank Himbara

Rilis Pasar Digital, BUMN Dilarang Ikut Proyek di Bawah Rp14 MiliarErick thohir menerima bantuan untuk tangani COVID-19 (Tangkapan Layar Zoom Kementerian BUMN)

Erick menjelaskan, PaDi merupakan ekosistem yang disediakan BUMN untuk UMKM. Hampir keseluruhan prosesnya melibatkan BUMN. Proses transaksi pembayaran belanja di PaDi UMKM bakal menggunakan virtual account yang disediakan oleh bank-bamk himpunan bank milik negara atau Himbara.

Erick mengatakan, keterlibatan bank Himbara seperti Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BTN, akan diperkuat oleh pembiayaan kepada UMKM melalui PaDi UMKM. Dalam proses piloting ini, pembiayaan baru dilakukan oleh Bank BRI, Pegadaian, dan PNM.

"Belanja BUMN pada UMKM ditekankan untuk mengutamakan pada produk hasil karya dalam negeri atau produk yang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)-nya relatif tinggi. Hal ini juga didukung dengan kualitas produk dalam negeri yang saat ini sudah jauh lebih baik,"ujarnya.

Baca Juga: PT Bukit Asam Umumkan 18 Orang Positif COVID-19

2. BUMN tidak boleh lagi ikut tender di bawah Rp14 miliar

Rilis Pasar Digital, BUMN Dilarang Ikut Proyek di Bawah Rp14 MiliarIlustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Erick, pihaknya telah menyediakan Rp250 juta-Rp14 miliar untuk membangun ekosistem sehat untuk UMKM. Setelahnya, BUMN tidak bisa lagi ikut tender proyek dengan nilai tersebut.

Erick juga menegaskan jika pihaknya telah menandatangani kerja sama Kemenkop UKM. Salah satu bentuk kerja sama ialah mensinergikan kegiatan Smesco dan Sarinah.

"Smesco itu fokuskan coaching supaya bisa di-upgrade produknya (UMKM) dan di Sarinah memastikan pemasaran. Kami di BUMN bekerja sama UMKM adalah keharusan dan keberpihakan. Jadi ini bukan wacana, tapi kita pastikan keharusan dan keberpihakan yang jelas agar kondisi UMKM dan ultramikro lebih baik lagi," ucap dia.

3. Erick menegaskan proyek di bawah Rp14 miliar bukan hanya untuk UMKM

Rilis Pasar Digital, BUMN Dilarang Ikut Proyek di Bawah Rp14 MiliarErick Thohir saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang kembali digelar secara tatap muka di Istana Negara pada 18 Juni 2020 (Youtube/Sekretariat Presiden)

Sebelumnya diberitakan, mulai 17 Agustus proyek di bawah Rp14 miliar BUMN akan diserahkan ke UMKM.

"Kita juga ingin membantu UMKM karena itu kita Insya Allah tanggal 17 Agustus akan melaunching program di mana capex BUMN kita tidak mau lagi yang Rp 250 juta sampai Rp 14 miliar diambil BUMN juga," katanya, dalam virtual, Rabu (12/8/2020).

Menurut dia, nantinya BUMN yang memiliki proyek di bawah Rp14 miliar tidak lagi boleh mengikuti tender, dan akan diserahkan ke UMKM, pihaknya juga sedah membuat aturan tersebut.

"Saya sudah mengeluarkan peraturan Menteri BUMN tidak boleh saling tender," ungkapnya.

Untuk itu Kementerian BUMN akan meluncurkan program bertajuk PaDi (Pasar Digital) UMKM. Pembentukan program PaDi dinilai penting sebagai bentuk prioritas terhadap keberlangsungan UMKM.

Baca Juga: Mulai 17 Agustus, Erick Thohir Larang BUMN Ikut Proyek di Bawah Rp14 M

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya