Comscore Tracker

Begini Panduan Salat Iduladha dan Potong Hewan Kurban saat Pandemik

Ada beberapa persyaratan untuk pelaksanaan Salat Iduladha

Jakarta, IDN Times - Umat muslim dipastikan merayakan Iduladha 1441 Hijriah akhir Juli nanti. Terkait dengan hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan panduan penyelenggaraan salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban saat pandemik COVID-19.

Melalui Surat Edaran n omor 18 tahun 2020, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi berharap, panduan tersebut dapat menjadi petunjuk perayaan Iduladha bagi umat Islam di Indonesia.

“Dengan begitu, pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan COVID-19,” ujarnya di Jakarta melalui keterangan tertulis kepada IDN Times, Selasa (30/6).

1. Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di daerah yang aman dari COVID-19

Begini Panduan Salat Iduladha dan Potong Hewan Kurban saat PandemikMenteri Agama Fachrul Razi (ANTARA FOTO/Romadanyl)

Menag menjelaskan, salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah yang aman dari COVID-19. Dua kegiatan itu katanya tidak dapat dilakukan oleh daerah yang masih ditetapkan sebagai daerah belum aman COVID-19

“Hal itu sesuai dengan penetapan dari Pemerintah Daerah (Pemda) atau Gugus Tugas Daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Hari Libur Idulfitri akan Diganti saat Hari Raya Iduladha

2. Persyaratan pelaksanaan Salat Iduladha 1441H di lapangan, masjid, dan ruangan

Begini Panduan Salat Iduladha dan Potong Hewan Kurban saat PandemikWarga mulai salat berjamaah di masjid. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban pun harus memperhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Pemda setempat. Salat Iduladha boleh dilakukan di lapangan, masjid, ruangan dengan persyaratan sebagai berikut:

  • Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;
  • Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;
  • Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
  • Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar;
  • Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jamaah dengan suhu >37,5'C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan;
  • Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter;
  • Mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya;
  • Tidak mewadahi sumbangan/sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit;

3. Protokol kesehatan yang ditetapkan pada saat pelaksanaan salat Iduladha 1441 H

Begini Panduan Salat Iduladha dan Potong Hewan Kurban saat PandemikPelaksanaan salat Gerhana Matahari di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (21/6). Dok. Masjid Al Akbar Surabaya

Menag juga menjelaskan, pihak penyelenggara harus memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat Iduladha. Protokol kesehatan tersebut meliputi:

  1. Jemaah dalam kondisi sehat
  2. Membawa sajadah/alas salat masing-masing
  3.  Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan
  4. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
  5. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan
  6. Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 satu meter
  7. Mengimbau untuk tidak mengikuti salat Iduladha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap COVID-19

4. Persyaratan kegiatan pemotongan hewan kurban

Begini Panduan Salat Iduladha dan Potong Hewan Kurban saat PandemikPemotongan hewan kurban di Palembang. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Menag juga menjabarkan beberapa persyaratan pemotingan hewan kurban di tengah pandemik COVID-19. Penyelenggara harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

A. Penerapan jaga jarak fisik atau physical distancing yang meliputi:

  1. Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik
  2. Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban
  3. Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging
  4. Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik

B. Penerapan kebersihan personal panitia yang meliputi:

  1. Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas
  2. Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan
  3. Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan
  4. Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
  5. Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah
  6. Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

C. Penerapan kebersihan alat yang meliputi:

  1. Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan
  2. Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan

Baca Juga: Ini Protokol Kesehatan Kegiatan Kurban Iduladha di Masa Pandemik

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya