Comscore Tracker

Askara Jadi Tersangka KDRT Penyanyi Nindy Ayunda

Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Askara

Jakarta, IDN Times - Askara Parasady Harsono ditetapkan menjadi tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT tehadap istrinya Nindy Ayunda. Penetapan status Askara oleh Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) diterbitkan pada 10 Februari 2021.

“Iya betul (Askara jadi tersangka KDRT),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel, AKBP Jimmy Christian Samma saat dihubungi IDN Times, Selasa (23/2/2021).

1. Polisi segera memeriksa Askara

Askara Jadi Tersangka KDRT Penyanyi Nindy AyundaAnindia Yandirest Ayunda Fadli (Instagram.com/nindyparasadyharsono)

Penetapan Askara sebagai tersangka oleh polisi dari hasil pemeriksaan barang bukti yang diperoleh dari Nindy Ayunda. Polisi pun menjadwalkan pemeriksaan terhadap Askara.

“Sedang kita jadwalkan, belum ada (jadwal pastinya). Kita lihat saja, kita rapatkan dulu,” ujar Jimmy.

Baca Juga: KDRT Penyanyi Nindy Ayunda Jadi Alarm RUU PKS Harus Segera Disahkan

2. Nindy Ayunda melaporkan KDRT suaminya

Askara Jadi Tersangka KDRT Penyanyi Nindy AyundaAnindia Yandirest Ayunda Fadli (Instagram.com/nindyparasadyharsono)

Penyanyi Nindy Ayunda mengungkapkan kekerasan yang ia alami saat di kantor Komnas Perempuan, usai dirinya membuat laporan, Selasa (16/2/2021). Perempuan berusia 32 tahun itu mengakui, dirinya menjadi korban KDRT selama menikah.

Sembilan tahun membina rumah tangga dengan Askara Parasady, Nindy mengaku sering mendapat kekerasan fisik. Askara sendiri saat ini tengah terjerat kasus penyalahgunaan narkotika setelah ditangkap Satresnarkoba Polres Jakarta Barat di kediamannya sekitar Pondok Pinang, Kebayoran Lama, pada 7 Januari 2021.

"Untuk urusan KDRT itu sendiri, memang sudah sering terjadi walaupun intensitasnya setahun berapa kali tapi saya memiliki bukti-buktinya," ungkap Nindy sambil menunjukkan beberapa foto bekas kekerasan fisik yang dilakukan suaminya, Askara. 

3. Nindy Ayunda kerap menerima peristiwa kekerasan yang dilakukan Askara

Askara Jadi Tersangka KDRT Penyanyi Nindy AyundaIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Ayunda menceritakan beberapa peristiwa kekerasan yang ia alami. Pada 18 Desember 2020 misalnya, ada luka lebam di bagian bawah mata sebelah kiri dan dagu. Ada pula foto dirinya usai dijambak oleh sang suami sehingga rambutnya rontok pada Mei 2019 lalu. 

"Rata-rata (bekas tindak kekerasan) adanya di muka, lengan, tangan. Ini sudah terjadi lama, sejak awal saya menikah pun sudah begitu," tuturnya. 

Nindy menjelaskan, dirinya trauma dan tak mau lagi mengingat kejadian memilukan tersebut. Namun pemberitaan bernada miring yang menerpa mendorongnya untuk bercerita.

Ia merasa menjadi korban dua kali dengan pemberitaan negatif, apalagi bersamaan dengan keinginan cerai dari sang suami. Nindy mengaku tak sanggup menoleransi sikap ringan tangan Askara. 

4. Mendesak pengesahan RUU PKS!

Askara Jadi Tersangka KDRT Penyanyi Nindy AyundaPerjalanan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) (IDN Times/Muhammad Arief)

Nindy menjadi satu di antara banyak contoh kasus yang dialami oleh perempuan di Indonesia. Data Komnas Perempuan pada 2018 menyebutkan, sebanyak 348.466 kasus kekerasan seksual menimpa kaum perempuan. Angka itu meningkat pada 2019 hingga mencapai 406.178 kasus. 

Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria Ulfah Anshor, menyadari kaum perempuan tetap rentan terhadap tindak kekerasan lantaran RUU PKS belum disahkan. Padahal, mereka cukup konsisten melakukan advokasi ke berbagai fraksi partai politik di DPR. 

"Kami sudah audiensi dengan pimpinan PPP, Partai Gerindra hingga Ketua Umum Partai Demokrat, Pak AHY terkait RUU PKS. Harapannya karena sudah diputuskan oleh Baleg menjadi program prioritas Baleg pada 2021, maka bisa segera disahkan di rapat paripurna dan ditindaklanjuti di sidang di masa mendatang," ujar Maria yang dihubungi oleh IDN Times, Selasa (16/2/2021). 

Ia tak menampik ada pandangan yang menilai UU yang sudah ada seperti UU KDRT dan UU Perkawinan bisa dijadikan acuan penyelesaian tindak kekerasan terhadap perempuan. Tetapi, RUU PKS tetap penting karena tindak kekersan seksual tidak diatur di dalam aturan yang sudah ada. 

"Misalnya, ketika bicara soal perkosaan, di dalam KUHP tentang perkosaan, tetapi bentuk perkosaannya itu masih alat kelamin perempuan yang dimasukkan alat kelamin laki-laki. Padahal, dalam kekerasan seksual tidak hanya terjadi vaginal atau oral tapi bentuk kekerasan makin beragam bahkan dengan benda-benda yang dimasukan ke alat kelamin perempuan," ungkapnya. 

Sementara, UU KDRT hanya mengatur pidana tindak kekerasan di dalam lingkungan rumah tangga. Bila tindak kekerasan seksual terjadi di tempat publik, fasilitas pendidikan, atau kantor, belum diatur di dalam UU yang sudah ada.

Baca Juga: Polisi Periksa Artis Nindy Ayunda, Kasus Narkoba Jerat Sang Suami

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya