Comscore Tracker

Fakta Vitamin D Melawan COVID-19, Berlebihan Bisa Rusak Ginjal!

Padahal dosis aman hanya butuh 800 IU per hari.

Sejak virus corona atau COVID-19 menjadi pandemik mendorong banyak orang menjadi lebih peduli terhadap kesehatan. Mereka berusaha menjaga tubuh tetap maksimal dan meningkatkan imun agar terhindar dari paparan virus.

Mulai dari olahraga ringat dan sedang, memakan sayur dan buah, maupun mengonsumsi vitamin D. Tapi vitamin D belum terbukti secara klinik mampu menangkal virus. Bahkan jika berlebihan, vitamin itu justru membahayakan tubuh seseorang.  

1. Kelebihan vitamin D mendatangkan racun

Fakta Vitamin D Melawan COVID-19, Berlebihan Bisa Rusak Ginjal!familydoctor.org

Dikutp dari CNN, mengonsumsi terlalu banyak vitamin D dapat menyebabkan penumpukan kalsium yang beracun dalam darah. Akibatnya, terjadi penumpukan yang menyebabkan kebingungan, disorientasi, dan masalah dengan ritme jantung, nyeri tulang, serta kerusakan ginjal.

2. Dosis aman vitamin D per hari

Fakta Vitamin D Melawan COVID-19, Berlebihan Bisa Rusak Ginjal!esc-asia.com

Institute of Medicine of The National Academies' Food and Nutrition Board, melaporkan dosis vitamin D harian yang disarankan untuk seseorang berusia di atas empat tahun adalah 600 IU per hari. Bagi siapa pun yang berusia lebih dari 70 tahun, dosisnya bisa mencapai 800 IU per hari.  

Tapi dosis harian vitamin D per orang di tiap negara dan lingkungan berbeda-beda. Hanya saja kisaran normalnya di antara 400-800 IU per hari. Untuk usia sembilan tahun ke atas, batas dosis maksimum yang dapat ditoleransi adalah 4.000 IU per hari. 

3. Tidak ada bukti vitamin D bisa melindungi seseorang dari COVID-19

Fakta Vitamin D Melawan COVID-19, Berlebihan Bisa Rusak Ginjal!Warga memakai masker pelindung berjalan di sebuah distrik pasar lokal di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Tokyo, Jepang, Rabu (13/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Sampai saat ini, belum ada bukti jika kadar vitamin D yang tinggi bisa melindungi seseorang dari COVID-19. Menurut Robin May dari Institute of Microbiology and Infection di University of Birmingham, seseorang tidak boleh melebihi kadar vitamin D mereka di luar yang saat ini direkomendasikan oleh saran medis.

Melansir healthline.com yang mempertimbangkan semua kondisi, asupan vitamin D harian sebanyak 1.000-4.000 IU atau 25-100 mikrogram, semestinya sudah cukup untuk memastikan kadar darah optimal pada kebanyakan orang.

Baca Juga: Cara dan Waktu Berjemur yang Tepat di Bawah Matahari Indonesia

4. Peringatan dosis vitamin D sudah mulai digaungkan

Fakta Vitamin D Melawan COVID-19, Berlebihan Bisa Rusak Ginjal!.hollandandbarrett.com

Untuk mengatasi lonjakan minat masyarakat terhadap vitamin D, National Health Service di Inggris menambahkan pembaruan ke halaman informasi tentang vitamin D. Mereka menemukan beberapa laporan yang menyebarluaskan jika vitamin D bisa mengurangi risiko terkena COVID-19.

Padahal kenyataannya itu tidak benar, karena belum ada yang berhasil membuktikannya. Peringatan itu pun digaungkan oleh kelompok ilmuwan dari Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Mereka menerbitkan makalah konsensus vitamin D yang memperingatkan tentang bahaya konsumsi vitamin D dosis tinggi.

5. Awal mula bagaimana vitamin D bisa menjadi sensasi

Fakta Vitamin D Melawan COVID-19, Berlebihan Bisa Rusak Ginjal!Pixabay

Isu vitamin D menangkal COVID-19 bermula saat peneliti di Amerika Serikat dan Inggris membandingkan tingkat vitamin D dari berbagai negara, dengan tingkat kematian akibat virus corona.

Mereka menyimpulkan jika negara-negara yang melaporkan tingkat konsumsi vitamin D lebih rendah, memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi akibat COVID-19.

6. Orang tua dan orang berkulit gelap lebih rentan terhadap kekurangan vitamin D

Fakta Vitamin D Melawan COVID-19, Berlebihan Bisa Rusak Ginjal!Pixabay/isakarakus

Pada dasarnya tidak perlu panik kekurangan vitamin D. Pasalnya, di dunia ini orang yang paling rentan apabila kekurangan vitamin D adalah orang tua dan orang berkulit gelap. Memiliki kulit yang lebih gelap, membuat kulit sulit untuk menyerap cukup sinar matahari untuk memproduksi vitamin D. Apalagi orang berkulit gelap di negara seperti AS, kebanyakan hidup di lingkungan sempit, sehingga physical distancing sulit diterapkan.

Tubuh orang tua juga kurang efisien untuk menciptakan vitamin D, seiring bertambahnya usia sehingga banyak lansia yang kekurangan vitamin D. Apalagi kekurangan vitamin D cukup berkaitan erat dengan penyakit kronis umum, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Penyakit yang ditimbulkan oleh kekurangan vitamin D itu menjadikan seseorang rentan terjangkit corona. Namun tak bisa dipungkiri, kebanyakan pasien COVID-19 yang meninggal bukan orang yang tidak punya penyakit bawaan, melainkan orang-orang yang sudah mengidap beberapa penyakit kronis sejak lama.

7. Butuh penelitian mendalam peranan vitamin D menangkal COVID-19

Fakta Vitamin D Melawan COVID-19, Berlebihan Bisa Rusak Ginjal!ucc.com

William Henley, seorang profesor statistik medis di University of Exeter mengatakan, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait peranan vitamin D dan COVID-19. Alhasil, penyelidikan terhadap vitamin D menjadi sangat mendesak agar masyarakat tidak salah informasi lagi.

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Baca Juga: Jangan Diikuti, 8 Cara Pencegahan Virus Corona Ini Salah menurut Medis

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya