Comscore Tracker

Tahun Ini BRI Setop Akuisisi, Tingginya Kredit Macet Jadi Alasan

Duniatex turut menyumbang NPL

Jakarta, IDN Times - Kredit macet atau non performing loan (NPL) pada PT Bank Rakyat Indonesia naik menjadi 2,8 persen pada 2019. Pada 2018, kredit macet BRI mencapai 2,2 persen.

"Sumbangan NPL masih terbesar dari segmen koorporasi," ungkap Direktur Utama Bank BRI Sunarso usai paparan Laporan Keuangan Triwulan IV 2019 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (23/01).

1. BRI melakulan konsolidasi portofolio korporasi

Tahun Ini BRI Setop Akuisisi, Tingginya Kredit Macet Jadi AlasanDirut BRI Sunarso memberikan keterangan pers. (IDN Times/Indiana Malia)

Melihat kondisi itu, kata Sunarso, BRI melakukan konsolidasi portofolio di korporasi. Menurut dia, semua portofolio yang tumbuh pesat ada di UMKM. Kredit mikro, kredit kecil dan menengah tumbuh di atas 12 persen.

"Artinya memang korporasi menyumbang NPL, tetapi kami melakukan konsolidasi dengan menurunkan porsi di korporasi itu sendiri. Selanjutnya, korporasi akan lebih jadi profit center. Kami akan lebih berorientasi kepada corporate transaction banking untuk menyasar wholesale casa," jelasnya.

Baca Juga: Erick Thohir: BRI Gandeng Sarinah, Pasarkan Produk UMKM

2. Duniatex turut menyumbang NPL

Tahun Ini BRI Setop Akuisisi, Tingginya Kredit Macet Jadi AlasanPemaparan kinerja keuangan BRI (IDN Times/Indiana Malia)

Duniatex juga turut menyumbang NPL. Menurut Sunarso, BRI telah mengalokasikan cadangan 100 persen. Saat ini, pihaknya tengah melakukan restrukturisasi utang yang membelit Duniatex.

"Duniatex sudah kami NPL-kan tahun lalu dan sudah kami cadangkan 100 persen. Sekarang lagi konsolidasi, restrukturisasi karena banknya banyak, kreditnya banyak," jelas Sunarso.

3. BRI tak ada rencana akuisisi tahun ini

Tahun Ini BRI Setop Akuisisi, Tingginya Kredit Macet Jadi AlasanDirut BRI Sunarso memberikan keterangan pers. (IDN Times/Indiana Malia)

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo menambahkan, BRI tahun ini juga tak memiliki rencana ekspansi anorganik. Pihaknya hanya akan menambah modal beberapa anak perusahaan.

"Pada 2020 rasanya kami telah memiliki semua jenis perusahaan keuangan. Jadi belum ada rencana untuk akuisisi atau sejenisnya," ungkap Haru.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

 

Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp34,41 Triliun Sepanjang 2019, Ini Pemicunya

Topic:

  • Sidratul Muntaha

Berita Terkini Lainnya