Comscore Tracker

Cukai Rokok Naik 12,5 Persen, Ini Prediksi Harga di Pasaran 

Kenaikan harga rokok tentu akan berbeda-beda nantinya

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai rokok, atau Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2021 mendatang. Aturan itu bakal berlaku mulai Februari 2021 mendatang.

Lantas jika tarif cukai rokok naik hingga 12,5 persen, berapa harga rokok hingga dijual di pasaran? Mari buat simulasi kenaikannya.

1. Simulasi kenaikan harga rokok

Cukai Rokok Naik 12,5 Persen, Ini Prediksi Harga di Pasaran Ilustrasi cukai rokok. IDN Times/Indiana Malia

Bila harga rokok A tahun ini sebesar Rp25 ribu per bungkus dan rokok B Rp30 ribu per bungkus, maka kenaikan akan hingga Rp3.125 rupiah per bungkus untuk rokok A. Sedangkan rokok B naik Rp3.750 per bungkus.

Bila ditotal, rokok A pada 2021 harganya akan menjadi sekitar Rp28.125 per bungkus dan rokok B sebesar Rp28.750 per bungkus. Ingat, ini hanya simulasi tarif rokok berdasarkan kenaikan yang sudah ditetapkan pemerintah. Sebab pada praktiknya, harga rokok sangat mungkin berbeda di tingkat pengecer.

Baca Juga: Tok! Cukai Rokok Resmi Naik 12,5 Persen

2. Acuan harga rokok berdasarkan kenaikan per golongannya

Cukai Rokok Naik 12,5 Persen, Ini Prediksi Harga di Pasaran Ilustrasi Cukai Rokok (IDN Times/Arief Rahmat)

Secara rinci, harga jual rokok di pasaran akan mengacu pada jenis rokok dan kenaikan cukainya. Untuk Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan I misalnya, akan dinaikkan sebesar 18,4 persen, SPM IIA dinaikkan 16,5 persen, SPM IIB akan dinaikkan 18,1 persen.

Selanjutnya, untuk rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I dinaikkan sebesar 15,9 persen, SKM golongan IIA dinaikkan hasil cukai tembakai 13,8 persen dan SKM II B naik sebesar 15,4 persen.

Sementara itu untuk industri jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT), pemerintah memutuskan untuk tidak dinaikkan tarif cukainya di 2021.

"Jadi rata-rata kenaikan rokok 12,5 persen," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/12/2020).

3. Pemerintah ingin perkuat pengawasan rokok ilegal

Cukai Rokok Naik 12,5 Persen, Ini Prediksi Harga di Pasaran Rokok ilegal yang dimusnahkan oleh Bea Cukai Solo (IDNTimes/Larasati Rey)

Dari aspek industri, Sri Mulyani menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap rokok ilegal. Menurutnya, kenaikan cukai bisa berpotensi meningkatkan rokok ilegal.

"Kalau rokok dan cukai semakin tinggi, akan memberikan insentif bagi masyarakat memproduksi rokok ilegal. yaitu yang diproduksi dan diedarkan tidak legal dengan tidak membayar cukai," ujar dia.

Baca Juga: Sering Merokok Di Mobil? Lakukan 5 Hal Ini Agar Mobil Tak Bau Rokok

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya